Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
BeritaPalestina Terkini

“Setiap Malam Diterangi Roket, Kami Tak Miliki Kedamaian”

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2023 17:20 5:20 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Oktober 2023 17:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Abdulrahman dan keluarganya adalah di antara jumlah warga Palestina yang bepergian ke selatan di sepanjang Salahudin – jalan raya utama yang menghubungkan utara dan selatan Gaza.

Langkah mereka mengikuti ledakan besar yang terjadi hanya beberapa ratus meter dari tempat mereka berada.

Pada hari Jumat, 13 Oktober lalu, ketika sejumlah keluarga menuju ke selatan mengikuti perintah pengusiran ‘‘Israel’’, setidaknya 70 orang gugur dalam serangan udara pada kendaraan yang meninggalkan Kota Gaza.

“Bertahan dari serangan udara itu adalah sebuah keajaiban,” kata Abdulrahman Ammar, yang berada di dalam mobil dengan lima saudara kandung dan orang tuanya.

“Truk yang ditabrak itu penuh orang. Puluhan keluarga,” kenang pria berusia 26 tahun itu, dengan wajah pucat.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Setelah serangan itu, kami melihat mayat-mayat berserakan di jalan, berserakan dan terkoyak. Kami merasa seolah-olah sudah waktunya bagi kami untuk mati juga.”

Serangan itu awalnya menyebabkan Abdulrahman dan keluarganya ‘lumpuh’ dengan ketakutan dan keraguan. “Kami tidak tahu harus berbuat apa – kembali atau terus berjalan.”

“Tapi kami terus bergerak ke selatan dan berlindung di sebuah gedung sekolah,” katanya.

Namun, keluarga tersebut tidak menemukan kenyamanan di sekolah yang dikelola oleh PBB.

“Kami tidak hanya mengalami kekurangan pasokan harian seperti makanan dan air tetapi, sebagai keluarga yang terdiri dari enam wanita, tidak ada privasi,” kata Sanaa, seorang saudara perempuan Abdulrahman yang sudah berusia 25 tahun.

“Kami melarikan diri dalam ketakutan … di sekolah, kami harus berkerumun di satu ruang kelas dengan ruang hampir enam meter persegi, yang menampung 30 orang asing lainnya,” tambah Sanaa.

Wanita dan anak -anak tinggal di ruang sekolah, sementara pria tidur di luar.

Pemboman penjajah ‘Israel’ di Gaza terus berlanjut.  Setiap malam– yang diterangi oleh roket dan lampu ledakan – diiringi dengan teriakan keluarga yang berkumpul di sekolah.

Hanya sedikit yang bisa menikmati waktu tidur. Pada saat-saat hening yang jarang terjadi, mereka duduk bersama dan berdoa untuk keselamatan.

Namun, setelah beberapa hari di tempat penampungan, dan khawatir bahwa pemboman semakin dekat dan kurangnya fasilitas penting, mereka merasa tidak punya pilihan selain kembali ke rumah mereka di Gaza City.

“Kami tidak punya banyak pilihan,” kata Abdulrahman tentang keputusan sulit keluarganya.

Pada hari itu, Abdulrahman dan keluarganya tidak menemukan taksi, jadi mereka berjalan hampir 6 kilometer untuk kembali ke rumah.

“(Kami) memeluk tas kami dan berjalan sesuai dengan pola ‘zigzag’ sehingga kami dapat mengurangi risiko dirugikan oleh serangan udara terdekat,” kata Abdulrahman.

Padahal,  kata Abdulrahman, ledakan bom ada di mana -mana di sekitar mereka.

Ayah Abdulrahman, Suliman, kemudian mengatakan apa yang ditakuti orang lain untuk mengatakan secara terbuka: “Bagaimana jika kita dijatuhi bom oleh serangan udara, sama seperti mereka yang ada di truk?”

Istri dan anak -anaknya diam. “Kalau begitu kita semua akan mati, kata Walaa,  yang berusia 20-an, kepada Al Jazeera.

“Lebih baik, jika kalian semua tahu, kan? Tidak ada kelaparan, tidak haus, dan yang lebih penting – tidak ada rasa takut.”

“Kita akan memiliki kedamaian abadi – kedamaian yang membuat kita tenang dari semua yang membuat kita menderita dan mati perlahan setiap hari,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHeadlineisraelkeluarga Gazapalestinaserangan udara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari Ahad Gerhana Bulan, Kemenag Ajak Umat Shalat Khusuf
Tulisan selanjutnya Mossad Tak Secanggih yang Dibayangkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?