Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

1000 Dokter Spesialis Pakistan Mendaftar Jadi Relawan untuk Pergi ke Gaza

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2023 10:02 10:02 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 Oktober 2023 11:00
Bagikan
Bom zionis 'Israel' yang menghancurkan Kota Gaza (@Time Of Gaza)
Bagikan

Hidayatullah.com – Lebih dari 1.000 dokter spesialis, termasuk 400 dokter wanita sudah mendaftar untuk jadi relawan ke Gaza yang terkepung dan merawat ribuan orang yang terluka parah akibat serangan udara yang tak kunjung usai oleh ‘Israel’, kata pejabat Yayasan Kesehatan Alkhidmat.

“Sejak Sabtu ketika kami meluncurkan ajakan online bagi relawan kesehatan untuk melayani di Jalur Gaza, lebih dari 1.000 dokter spesialis termasuk ahli bedah ortopedi, pembuluh darah dan bedah umum, ahli anestesi, ahli bedah anak, spesialis perawatan darurat dan kritis serta ginekolog telah mendaftar pada kami untuk membantu saudara-saudara mereka yang terluka dan sakit di Gaza,” kata Dr Zahid Latif, Ketua Yayasan Kesehatan Alkhidmat kepada The News (28/10/2023).

Sistem perawatan kesehatan di Gaza yang terkepung telah runtuh karena penargetan rumah sakit, pembunuhan para dokter dan paramedis oleh Zionis ‘Israel’ serta pemutusan aliran listrik, air dan bahan bakar untuk generator menurut Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan pada hari Rabu.

Kemenkes Gaza menambahkan bahwa di wilayah tersebut ada lebih dari 18.000 pasien, yang sebagian besar tidak dapat memperoleh perawatan karena kurangnya obat-obatan, persediaan medis dan infrastruktur yang rusak.

Ketua Yayasan Kesehatan Al-Khidmat mengatakan 40 persen dari dokter, yang secara sukarela pergi ke Gaza, adalah spesialis medis wanita termasuk ginekolog, dokter anak, ahli bedah dan spesialis perawatan kritis dan menambahkan bahwa beberapa perawat dan tenaga kesehatan lainnya juga telah menyatakan kesediaan mereka untuk melayani di fasilitas kesehatan di Gaza yang terkepung.

Baca Juga

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Dia mengatakan bahwa pihaknya telah mendekati kantor negara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Islamabad serta kantor pusat WHO Emro di Kairo, Mesir untuk memberi tahu mereka tentang kesediaan tenaga kesehatan Pakistan mengirim sukarelawan di Gaza kapan pun mereka diizinkan memasuki zona perang oleh ‘Israel’ dan Mesir.

“Kami sangat mengetahui bahwa saat ini, hampir tidak mungkin untuk pergi ke Gaza karena perang yang sedang berlangsung, namun kami berada di bawah tekanan yang luar biasa dari persaudaraan tenaga kesehatan Pakistan untuk membuat pengaturan agar mereka dapat pergi ke Gaza. Saat ini, WHO dan organisasi mitra kami belum memberikan sinyal hijau untuk mengirim tenaga kesehatan ke negara tetangga Israel untuk bertugas di Gaza,” tambah Dr Zahid Latif.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan Yayasan Al-Khidmat juga mengirimkan obat-obatan, perlengkapan medis, peralatan kebersihan dan peralatan persalinan yang aman ke Gaza melalui Otoritas Manajemen Bencana Nasional (NDMA), sementara makanan dan barang-barang penting lainnya dikirim ke organisasi mitra yang berbasis di Turki, yang beroperasi di Gaza.

“Ada sekitar 50.000 wanita hamil di Gaza, yang membutuhkan bantuan medis untuk persalinan yang aman dan pada saat sebagian besar fasilitas kesehatan telah dihancurkan oleh pasukan Israel, persalinan yang aman hanya bisa dilakukan di rumah-rumah di mana mereka membutuhkan peralatan persalinan yang aman dan kesadaran yang tepat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pihaknya juga sedang berusaha menyiapkan beberapa materi penyuluhan dalam bahasa Arab untuk para wanita dan anak-anak di Gaza.

Menurutnya, para tenaga medis yang tergabung dalam Pakistan Islamic Medical Association (PIMA) dan beberapa lainnya yang berafiliasi dengan asosiasi medis lainnya, telah dua kali bertugas di Gaza di masa lalu, namun menambahkan bahwa saat ini situasinya sangat sulit karena seluruh infrastruktur perawatan kesehatan telah dihancurkan oleh ‘Israel’ di Gaza yang terkepung.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dokter SpesialisJalur GazaKonflik Palestina-IsraelPakistanpalestinarelawanSukarelawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival Catatkan Transaksi Rp28,9 Triliun
Tulisan selanjutnya Hizbullah Tembak Jatuh Drone Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Berita
11 Oktober 2026 20:48
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

13 Oktober 2026 13:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?