Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Presiden Steinmeier Minta Maaf Atas Pembunuhan Semasa Penjajahan Jerman di Tanzania

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 November 2023 13:50 1:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 November 2023 13:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyampaikan permintaan maaf atas pembunuhan yang dilakukan tentaranya semasa penjajahan di Tanzania.

Pasukan Jerman membunuh hampir 300.000 orang saat warga Muslim dan penganut animisme Tanzania melakukan aksi protes terhadap penjajah dalam peristiwa yang dikenal sebagai Maji Maji Aufstand di awal tahun 1900-an.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas apa yang dilakukan bangsa Jerman terhadap nenek moyang Anda di sini,” kata Steinmeier hari Selasa (1/11/2023) di sebuah museum di Songea, salah satu lokasi perlawanan.

Perlawanan Maji Maji dipicu oleh kebijakan Jerman yang memaksa penduduk pribumi menanam kapas untuk diekspor.

Tanzania kala itu merupakan bagian dari Deutsch-Ostafrika, wilayah penjajahan Jerman di bagian timur Afrika yang juga mencakup wilayah yang saat ini dikenal sebagai Rwanda, Burundi dan sebagian Mozambique.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Dia berjanji untuk “membawa cerita-cerita ini ke Jerman, sehingga lebih banyak orang di negara saya akan mengetahuinya.”

Jerman selama ini mengalami “amnesia kolonial”, menurut Jürgen Zimmerer, seorang profesor sejarah di Universitas Hamburg.

“Kebiadaban dan rasisme kerajaan kolonial ini tidak dipahami oleh masyarakat Jerman.”

Selama kunjungan tiga hari ke Tanzania, Presiden Steinmeier antara lain bertemu dengan keturunan salah satu pemimpin Maji Maji, Songea Mbano, yang dieksekusi oleh tentara Jerman pada tahun 1906.

Songea Mbano sekarang dianggap sebagai salah satu pahlawan nasional Tanzania dan Presiden Steinmeier mengatakan kepada sanak kerabatnya bahwa pihak berwenang Jerman akan berusaha mencari sisa jasadnya.

Ribuan potongan atau sisa mayat diangkut dari daerah-daerah jajahan Jerman sebagai “trofi” dan juga untuk penelitian ras.

Prof Zimmerer mengatakan “nyaris tidak ada pendanaan” yang dianggarkan untuk mengidentifikasi dari mana tulang-belulang dan tengkorak yang dipajang dan disimpan di berbagai museum di Jerman sebenarnya berasal.

Beberapa keturunan korban tewas Maji Maji berhasil menemukan moyang mereka dengan bantuan tes DNA.

Hari Selasa, usai pertemuan dengan Presiden Tanzania Samia Suluhu Hassan di Dar es Salaam, Presiden Steinmeier berjanji bahwa Jerman akan bekerja sama dengan Tanzania untuk melakukan “repatriasi properti budaya”.

Pakar sejarah Tanzania Mohamed Said menyambut baik permintaan maaf tersebut tetapi mengatakan kepada BBC bahwa itu saja tidak mencukupi.

“Mereka [penjajah] sengaja membakar lahan pertanian sehingga penduduk kehabisan makanan dan tidak dapat melawan. Ini tidak dapat diterima, [jika itu terjadi] di masa sekarang ini mereka akan dibawa ke pengadilan,” katanya.

Pada 2021, Jerman secara resmi mengaku telah melakukan genosida semasa penjajahannya di Namibia dan mengumumkan bantuan finansial senilai lebih dari €1,1 miliar ($1,34 miliar).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JermanMaji MajipenjajahanTanzania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Shalat Tarawih Rumah Turki Kementerian Agama Turki Serukan Boikot ‘Israel’
Tulisan selanjutnya (Video) Warung McDonald’s di Birmingham Dikirimi Tikus Berwarna Bendera Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?