Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menyerah, ‘Israel’ Setujui Gencatan Senjata Ini Poin-Poin Kesepakatan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 November 2023 11:47 11:47 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 November 2023 11:00
Bagikan
Gencatan Senjata Israel
Bagikan

Hidayatullah.com – Pemerintah “Israel” menyetujui kesepakatan gencatan senjata sementara sekaligus pembebasan 50 sandera yang ditawan pejuang Palestina di Gaza.

Kesepakatan gencatan senjata disetujui setelah perundingan yang dimediasi Qatar berlangsung hingga Rabu dini hari, lantaran adanya perdebatan panas diantara para menteri Pemerintah “Israel”.

Pada akhirnya, hanya tiga dari 38 anggota kabinet yang memberikan suara menentang gencatan senjata – Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan dua anggota lain dari partai politik sayap kanannya.

Kantor perdana menteri mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan mengharuskan Hamas untuk membebaskan setidaknya 50 wanita dan anak-anak selama “jeda pertempuran” selama empat hari. Untuk setiap tambahan 10 sandera yang dibebaskan, jeda akan diperpanjang satu hari, katanya, tanpa menyebutkan pembebasan tahanan Palestina sebagai gantinya.

“Pemerintah Israel berkomitmen untuk mengembalikan semua sandera ke rumah. Malam ini, mereka menyetujui kesepakatan yang diusulkan sebagai tahap pertama untuk mencapai tujuan tersebut,” kata pernyataan itu.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Gerakan Perlawanan Hamas, yang menguasai Gaza, juga merilis sebuah pernyataan yang mengkonfirmasi bahwa 50 wanita dan anak-anak yang saat ini ditahan di wilayah tersebut akan dibebaskan dan ditukar dengan membebaskan 150 wanita dan anak-anak Palestina dari penjara-penjara “Israel”.

Dikatakan bahwa Israel juga akan menghentikan semua aksi militer di Gaza, dan bahwa ratusan truk yang membawa bantuan kemanusiaan, medis, dan bahan bakar akan diizinkan masuk ke wilayah tersebut.

Kesepakatan ini merupakan gencatan senjata pertama dalam perang di mana Israel telah membombardir sebagian besar wilayah Gaza, yang merupakan rumah bagi sekitar 2,3 juta orang.
Para pejabat Palestina mengatakan sedikitnya 14.100 warga Palestina telah terbunuh, sementara PBB mengatakan sekitar 1,7 juta orang telah dipaksa mengungsi dari rumah mereka. Hamas menewaskan sedikitnya 1.200 orang dalam serangannya terhadap penjajah “Israel”.

Para pejabat dari Qatar, Amerika Serikat, “Israel” dan Hamas selama berhari-hari telah mengatakan bahwa kesepakatan sudah dekat.

Qatar kemungkinan akan membuat pengumuman resmi mengenai gencatan senjata dengan pembebasan tawanan pertama sekitar 24 jam setelahnya.

Menjelang pertemuan untuk membahas kesepakatan tersebut, Netanyahu menekankan bahwa tujuan “Israel” yang lebih luas tidak berubah.

“Kami sedang berperang dan kami akan melanjutkan perang sampai kami mencapai semua tujuan kami,” katanya dalam sebuah pesan yang direkam. “Untuk menghancurkan Hamas, mengembalikan semua sandera kami dan memastikan bahwa tidak ada entitas di Gaza yang dapat mengancam Israel.”

Para analis mengatakan bahwa komunitas internasional harus menggunakan gencatan senjata ini untuk mencoba dan memastikan berakhirnya pertempuran.

“Dalam beberapa hari mendatang, lebih banyak bantuan akan datang, lebih banyak bahan bakar, mudah-mudahan lebih banyak pasokan medis dan korban yang terluka parah dapat dievakuasi, tetapi di luar itu, dalam beberapa hari jeda ini, perlu ada tekanan besar-besaran terhadap Israel untuk tidak memulai kembali pertempuran di akhir periode ini,” kata Antony Loewenstein, seorang jurnalis independen dan penulis yang berbasis di Australia, kepada Al Jazeera.

Sekitar 237 tawanan dari “Israel” dan beberapa negara lain diperkirakan berada di Gaza, namun warga negara asing tidak termasuk dalam perjanjian tersebut.

Hamas hanya membebaskan empat tawanan sejak penculikan terjadi lebih dari sebulan yang lalu – seorang ibu Amerika dan putrinya serta dua wanita Israel yang sudah lanjut usia.

Mereka mengatakan bahwa beberapa tawanan terbunuh dalam pengeboman “Israel”.

Brigade Al Quds, sayap bersenjata kelompok Jihad Islam Palestina yang juga terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober, mengatakan pada hari Selasa malam bahwa salah satu warga Israel yang ditawannya telah meninggal.

“Kami sebelumnya telah menyatakan kesediaan kami untuk membebaskannya karena alasan kemanusiaan, namun musuh mengulur-ulur waktu dan hal ini menyebabkan kematiannya,” kata mereka dalam saluran Telegram.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjataHAMASHeadlineisraelpalestinaPertukaran TahananQatar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Kuba dihadiahi Keffiyeh oleh Mahasiswa Palestina Terima Kunjungan Ratusan Mahasiwa Palestina, Presiden Kuba Dihadiahi Keffiyeh
Tulisan selanjutnya Pernyataan Resmi Hamas Kesepakatan Gencatan Senjata, Begini Pernyataan Resmi Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?