Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pakar Psikolog UNAIR Berikan Tips Cegah Bunuh Diri pada Mahasiswa

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 November 2023 15:07 3:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 November 2023 15:15
Bagikan
Pakar Psikologi Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Nur Ainy Fardana MSi
Bagikan

Hidayatullah.com—Bunuh diri merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang meningkat jumlahnya mencapai 700 ribu pertahun, mayoritas dialami oleh mahasiswa.

Mengenai hal ini bunuh diri saat ini menjadi kasus mendesak, mengingat lonjakan kasus bunuh diri di Indonesia  mencapai 6,37 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Fenomena maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa berhasil mengundang perhatian publik.

Pakar Psikologi Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Nur Ainy Fardana MSi Psikolog, memaparkan faktor pemicu keinginan bunuh diri pada mahasiswa.

Pertama, adanya masalah kesehatan mental. Kedua, tekanan dan tuntutan yang tinggi dalam lingkup akademik dan keluarga. Ketiga, perasaan kesepian yang dikarenakan tidak adanya dukungan sosial.

Keempat, masalah finansial yang serius. Terakhir, peristiwa traumatis akibat kehilangan orang terdekat atau mengalami pelecehan.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Bangku perkuliahan yang diharapkan mencetak generasi unggul, hanya saja ada kemungkinan kondisi mahasiswa yang mengalami problem kesehatan mental karena kurang mampu beradaptasi sehingga memuncukan tekanan akademik. Neny menyebutkan tekanan akademik yang timbul dapat mengakibatkan depresi, kecemasan, stres, gangguan makan, gangguan tidur, penggunaan zat adiktif, isolasi sosial, penurunan rasa percaya diri, bahkan hingga keinginan bunuh diri.

Mitigasi Stres Akademik

Pakar Psikolog UNAIR itu memberikan beberapa tips pengelolaan stres akademik untuk mahasiswa. Neny menganjurkan mahasiswa untuk membuat jadwal yang terstruktur untuk tugas dan istirahat agar waktu dapat dikelola dengan baik.

Ia juga menyarankan mahasiswa untuk fokus pada satu tugas agar tidak menambah beban stres dan menghasilkan pekerjaan yang kualitas.

Selain itu, penting juga untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan non-akademik. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa mahasiswa harus melakukan manajemen tugas dan senantiasa berkomunikasi dengan dosen, serta menetapkan harapan yang realistis.

Selain mahasiswa, Neny juga menyarankan dosen untuk menerapkan karakteristik yang efektif dalam metode pembelajaran, relevan dan kontekstual, interaktif dan kolaboratif, konektivitas dengan penggunaan teknologi, dan pemberian feedback yang konstruktif.

“Pencegahan dan penanganan problem kesehatan mental pada mahasiswa dapat dilakukan melalui penyediaaan Layanan Kesehatan Mental, Pengembangan Keterampilan Mengatasi Masalah, Membangun iklim akademik yang lebih humanis dan relasi yang suportif untuk menjaga well being semua pihak yang ada di kampus dan Mengajarkan dukungan psikologis awal dan help center” terang Pakar Psikologi UNAIR itu.

Selain tugas perkuliahan, skripsi juga merupakan faktor yang berkontribusi sebagai pemicu stres mahasiswa. Oleh sebab itu, Neny mengungkapkan peran dosen penting bagi mahasiswa.

Dalam hal ini, dosen seharusnya memberikan panduan, dukungan, dan dorongan motivasi kepada mahasiswa yang tengah mengerjakan skripsi.

Lebih lanjut, Neny menyampaikan Hal-hal yang dapat dilakukan oleh dosen demi meredam potensi stres pada mahasiswa. Di antaranya, dosen harus responsif dan memiliki pengetahuan yang sesuai dengan topik skripsi mahasiswa.

Dalam hal ini, dosen juga harus mampu mendengarkan mahasiswa. Selain itu, dosen memberikan feedback yang konstruktif dan evaluasi selama proses pembimbingan.

Peran Self Diagnosis

Di sisi lain, penyebab bunuh diri bisa sangat kompleks dan bervariasi antar individu. Menurut Neny, self diagnosis memainkan peran dalam beberapa kasus bunuh diri, yang dapat  mempengaruhi keputusan seseorang dalam mencari bantuan dan cara individu mengelolanya.

“Beberapa kemungkinan masalah yang terkait dengan self diagnosis yang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang dan berpotensi meningkatkan risiko bunuh diri adalah kesalahan dalam self diagnosis dan terlambat mendapat bantuan,” tutur Pakar Psikologi UNAIR itu.

Untuk mengatasi masalah akibat self diagnosis, pakar psikologi UNAIR itu menyarankan edukasi kesehatan mental yang tepat, mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan konsultasi kepada profesional, serta peningkatan akses ke pusat layanan yang terjangkau dan mudah diakses.

“Mahasiswa sebaiknya mencari bantuan professional saat mengalami masalah kesehatan mental secepat mungkin jika mereka mengalami gejala yang mengganggu kehidupan sehari-hari atau jika mereka kesulitan mengatasinya sendiri. Contoh gejala seperti depresi, kecemasan, stres yang berlebihan, gangguan tidur atau pemikiran bunuh diri,” ujarnya dikutip Unair News.

Selain bantuan profesional, dukungan dari orang terdekat juga menyumbang pemulihan mental lebih cepat. Namun, mahasiswa juga perlu merumuskan rencana keselamatan yang konkrit untuk menghadapi kondisi beresiko dalam kesehatan mental.

Nurainy mengungkapkan keinginan bunuh diri dapat dicegah melalui beberapa cara. Termasuk, meningkatkan awareness masalah kesehatan mental melalui edukasi kesehatan mental, penyediaan layanan kesehatan mental yang terjangkau dan mudah diakses, meningkatkan kepedulian, pengembangan skill dalam pengelolaan emosi dan reduksi stres, dan layanan help center (pusat layanan bantuan).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bunuh diriHeadlinemahasiswamahasiswa bunuh diripsikologUNAIR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Layla-Majnun, Roman Fiktif?
Tulisan selanjutnya Lebih 1600 Tentara ‘Israel’ Alami Cacat Luka Fisik Serius

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?