Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Orang Nepal Diselundupkan ke Rusia untuk Berperang di Ukraina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Desember 2023 08:11 8:11 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Desember 2023 08:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Penangkapan belasan orang di Nepal mengungkap perekrutan dan penyelundupan para pemuda setempat untuk dikirim ke Rusia guna dijadikan serdadu bayaran dalam peperangan dengan Ukraina.

Kepolisian Kathmandu mengatakan para penyelundup diduga menarik bayaran sampai $9.000 dari setiap orang yang akan dibawa ke Rusia dengan menggunakan visa turis.

Tidak ada data yang pasti berapa banyak warga Nepal, salah satu negara miskin di Asia, yang ikut bergabung dengan tentara Rusia, tetapi diperkirakan mencapai ratusan.

Dubes Nepal untuk Rusia mengatakan sekitar 150-200 warga Nepal ikut berperang bersama Rusia, tetapi terdengar kabar bahwa ramai orang yang meminta visa setiap pekannya untuk berangkat ke Rusia dengan alasan uang (bekerja) dan visa residensi.

Negara ini pada prinsipnya melarang warganya untuk bergabung dengan tentara asing – meskipun ada pengecualian bagi tentara etnis Gurkha untuk bergabung dengan tentara India dan Inggris – namun larangan ini sulit untuk ditegakkan.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Rusia secara aktif berupaya menambah jumlah pasukannya seiring dengan berlanjutnya perang dengan Ukraina. Kabarnya tentara bayaran direkrut dari negara-negara seperti Georgia, Suriah dan Libya.

“Tidak ada bukti” bahwa Rusia terlibat langsung dalam perekrutan tentara bayaran Nepal, kata Kepolisian Nepal kepada awak media pada hari Kamis (7/12/2023) seperti dilansir BBC.

Namun, negara di kawasan Himalaya tersebut secara resmi menulis surat ke Moskow untuk menghentikan penggunaan tentara Nepal. Mereka juga Dubes Rusia di Nepal untuk menegaskan kembali posisi Kathmandu terkait peperangan di Ukraina.

Pada hari Senin, Nepal meminta jasad enam tentara bayaran yang tewas dalam pertempuran baru-baru ini untuk dikirim kembali ke Nepal.

Akan tetapi Dubes Nepal Milan Raj Tuladhar mengatakan kepada BBC bahwa sejauh ini belum ada kemajuan dalam masalah tersebut.

Saudara perempuan salah satu korban mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya sudah meminta kompensasi otoritas Nepal dan meminta bantuan untuk memulangkan jasad saudaranya.

“Pihak berwenang mengatakan kepada saya bahwa jasad-jasadnya sudah dimakamkan oleh militer Rusia. Mereka akan membantu kami dengan melakukan negosiasi dengan otoritas Rusia,” kata wanita itu yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Superintendent Kumud Dhungel mengatakan bahwa aparat mendapati bahwa beberapa orang Nepal yang tertarik untuk bergabung menjadi tentara bayaran dikirimi surat undangan untuk berkunjung ke Rusia.

Polisi menduga para makelar yang menjadi penghubung bertugas mengatur keberangkatan calon tentara bayaran ke Rusia lewat India atau Dubai, supaya tidak mendapat masalah di bandara Nepal.

Polisi Nepal sudah meminta sejawat di India untuk membantu dalam penyelidikan kasus ini.

Pada bulan Juni, BBC malaporkan bahwa banyak pemuda Nepal berangkat ke Rusia dengan visa pelajar atau pekerja, lalu bergabung dengan tentara Rusia untuk memperoleh uang dan harapan nantinya dapat menjadi warga negara Rusia.

Salah satu tentara bayaran itu mengunggah video di TikTok dan menjelaskan alasan kondisi perekonomian di Nepal yang mendorongnya untuk pergi ke Rusia.

Tidak jelas apakah para pemuda yang menjadi tentara bayaran itu mengirimkan uang ke keluarganya di Nepal.

Nepal merupakan salah satu negara termiskin di dunia, dengan sekitar 40% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan menurut data Bank Dunia.

Uang kiriman dari luar negeri menjadi penyambung hidup bagi banyak penduduk desa di Nepal. Menurut International Labour Organization (ILO), ada sekitar 3,5 juta orang Nepal bekerja di luar negeri, kebanyakan di Timur Tengah, Asia Tenggara dan India.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Nepalrusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Militer Nigeria Salah Sasaran Sedikitnya 85 Warga Sipil Tewas
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Dukung Wapres Ma’ruf Amin Atasi Pengungsi Rohingya agar Bisa Hidup Tenang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?