Hidayatullah.com– Pihak berwenang di Kenya menyarankan para pengguna kendaraan bermotor untuk melewati jalan alternatif menyusul keluhan perihal lonjakan tarif jalan tol yang dibuat oleh China.
Pemerintah menaikkan tarif Nairobi Expressway, jalan tol di dalam ibu kota sepanjang 27 kilometer, hingga 39% mulai dari $2,29 sampai $3,18 untuk rute termahal.
Kenaikan tersebut menyulut kemarahan masyarakat yang menilai kenaikan terlalu tinggi. Sebagian menuding keputusan kenaikan tidak melibatkan persetujuan dari wakil rakyat di parlemen.
Kenaikan tarif tol itu dilakukan di tengah melonjaknya berbagai harga barang kebutuhan hidup dan perubahan biaya-biaya lain yang ditetapkan pemerintah.
“Penyesuaian harga itu dilakukan berdasarkan kesepakatan proyek yang memperhatikan depresiasi nilai mata uang shilling Kenya terhadap dolar AS sejak ditetapkannya tarif tol tersebut pada April 2022,” kata Menteri Transportasi Kipchumba Murkomen hari Senin (1/1/2024) seperti dilansir BBC.
Jalan tol tersebut dibangun dengan biaya $550 juta dengan tujuan memperlancar arus lalu lintas di dalam ibu kota yang semakin memburuk beberapa tahun terakhir.
China Road and Bridge Corporation (CRBC) mengoperasikan jalan tol itu berdasarkan perjanjian kemitraan pemerintah-swasta dan hasil pemungutan tarif tol dipakai untuk menutup biaya pembangunannya.*