Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Nestlé Mengaku Melanggar Aturan Prancis Soal Pengolahan Air Mineral dalam Kemasan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Januari 2024 18:20 6:20 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Januari 2024 18:20
Bagikan
Bottles of Vittel and Perrier water, produced by Nestle SA, are seen arranged for a photograph in Paris, France, on Friday, Feb. 19, 2010. Nestle, the bottler of Perrier and Vittel, said sales growth slowed in 2009 as the recession led consumers to spend less on bottled water and Jenny Craig weight-loss programs. Photographer: Alastair Miller/Bloomberg via Getty Images
Bagikan

Hidayatullah.com– Perusahaan pembuat produk makanan dan minuman terbesar dunia, Nestlé, mengaku melanggar peraturan di Prancis berkaitan dengan pengolahan air mineral dalam kemasan.

Perusahaan yang menjual air dalam kemasan terbanyak sedunia Nestlé Waters mengaku menggunakan cara yang melanggar peraturan di Prancis dalam pengolahan produknya.

Mengkonfirmasi laporan koran bisnis Les Echos, Nestlé mengatakan pihaknya memproses air kemasan produksinya, seperti Perrier dan Vittel, dengan cara melewatkan air di bawah sinar ultraviolet dan filter karbon aktif untuk menghilangkan elemen yang dianggap berbahaya guna menjamin keselamatan produk minumannya.

UU di Prancis melarang perlakuan dengan menggunakan disinfektan untuk produk air mineral, yang seharusnya sudah aman untuk dikonsumsi sejak air keluar dari sumbernya.

Sebaliknya untuk air leding, yang dialirkan ke rumah-rumah penduduk oleh perusahaan air, harus melewati proses disinfeksi sebelum bisa dinyatakan layak minum.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Nestlé berdalih terjadi perubahan pada lingkungan di sekitar sumber mata airnya, yang terkadang membuatnya kesulitan untuk menjaga karakteristik vital air mineral alami, seperti bebas polutan dan komposisi mineral di dalamnya, lansir RFI Senin (29/1/2024).

Sejak menghentikan praktik pengolahan air mineral tersebut, Nestlé mengaku menghentikan produksi di sejumlah sumur airnya di wilayah Vosges di bagian timur Prancis disebabkan “sensitivitas terhadap bencana iklim”, sehingga mempengaruhi produksi air kemasan merk Hepar dan Contrex.

Meskipun demikian, Nestlé menegaskan bahwa semua produk air mineral dalam kemasan merknya sekarang sudah mengikuti peraturan yang berlaku di Prancis.

Perusahaan itu juga mengklaim sudah memberitahukan pihak berwenang Prancis tentang masalah itu pada 2021.

Nestlé tidak mengungkap lebih jauh kapan pihaknya menghentikan penjualan air mineral “olahan” yang menggunakan merk Perrier, Vittel, Hepar dan Contrex.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:air mineralNestléPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sonagol Bantah Sebagai Pemilik Kapal Tanker Minyak yang Dirudal Houthi
Tulisan selanjutnya Pasukan Khusus Israel menyamar Menyamar Sebagai Dokter dan Pasien, Pasukan Khusus ‘Israel’ Bunuh 3 Pemuda Palestina di RS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?