Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bocorkan Alat Peretas Rahasia ke WikiLeaks Bekas Pegawai CIA Dibui 40 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Februari 2024 11:34 11:34 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Februari 2024 10:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang bekas pegawai dinas intelijen Amerika Serikat CIA dihukum bui 40 tahun setelah dinyatakan terbukti bersalah membocorkan alat peretas rahasia ke WikiLeaks.

Joshua Schulte juga divonis bersalah memiliki materi gambar kekerasan seksual terhadap anak. 

Jaksa menuduhnya membocorkan perangkat “Vault 7” milik CIA, yang memungkinkan agen intelijen meretas ponsel dan menggunakannya sebagai alat mencuri dengar.

Mereka mengatakan kebocoran itu merupakan salah satu yang “terang-terangan” dalam sejarah Amerika Serikat.

Schulte, 35, membagikan sekitar 8.761 dokumen ke Wikileaks pada 2017, pembocoran data paling besar dalam sejarah CIA, kata Departemen Pertahanan AS.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Dia membantah tuduhan-tuduhan tersebut, tetapi dinyatakan bersalah dalam berbagai dakwaan di tiga persidangan federal terpisah di New York pada 2020, 2022 dan 2023.

Hari Kamis (1/2/2024), dia divonis bersalah untuk dakwaan spionase, peretasan komputer, penghinaan terhadap pengadilan, membuat pernyataan palsu kepada FBI dan kepemilikan materi gambar kekerasan terhadap anak.

“Joshua Schulte mengkhianati negaranya dengan melakukan kejahatan spionase keji paling terang-terangan dalam sejarah Amerika,” kata Jaksa Agung AS Damian Williams, seperti dilansir BBC.

Menurut bukti-bukti yang dipaparkan di persidangan, Schulte dipekerjakan sebagai seorang pengembang perangkat lunak di Center for Cyber Intelligence, unit intelijen AS yang melakukan spionase siber terhadap organisasi-organisasi teroris dan pemerintah asing.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa pada 2016 dia mentransmisikan informasi curian tersebut ke Wikileaks dan kemudian berbohong kepada agen-agen FBI perihal perannya dalam kebocoran tersebut.

Jaksa mengatakan tampaknya Schulte termotivasi dengan kekecewaan dan kemarahan terhadap tempat kerjanya.

Schulte kerap mengalami kesulitan mencapai target dan tenggat waktu, dan Wakil Jaksa Agung AS Michael Lockard mengatakan salah satu proyek yang digarapnya tertinggal jauh di belakang jadwal dan di tempat kerja dia dijuluki sebagai “Drifting Deadline” alias pekerja lamban yang tidak menyelesaikan tugas tepat waktu.

Jaksa mengatakan Schulte ingin membalas dandam terhadap orang-orang yang dipandangnya bersalah terhadap dirinya. Dalam aksi balas dendam itu “dia menimbulkan kerusakan terhadap keamanan nasional”.

Wikileaks mulai mempublikasi data rahasia yang dicuri Schulte pada 2017.

Akibat tindakannya, kerja CIA dalam mengumpulkan intelijen di luar negeri menjadi terusik, membahayakan agen-agen CIA di lapangan dan menimbulkan kerugian ratusan juta dolar bagi CIA.

Dalam proses investigasi, FBI memeriksa Schulte beberapa kali setelah WikiLeaks mempublikasikan data tersebut, di mana dia membantah bertanggungjawab atas kejahatan itu.

Jaksa penuntut mengatakan petugas yang menggeledah apartemennya menemukan “puluhan ribu materi gambar kekerasan seksual terhadap anak”.

Jaksa juga mengatakan bahwa setelah ditangkap, Schulte masih berusaha untuk mengirimkan informasi curian lebih banyak. Dia menyelundupkan sebuah ponsel ke dalam sel penjara di mana dia mengirimkan informasi ke seorang awak media perihal kelompok-kelompok siber CIA dan membeberkan perihal perangkat siber yang dipakai CIA lewat Twitter (sekarang X) dengan nama samaran Jason Bourne, karakter fiksi agen CIA.

Schulte mendekam di balik jeruji besi sejak 2018.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CIAintelijenWikiLeaks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih dari 27.000 Warga Gaza Gugur Seiring Meningkatnya Kekejaman Zionis ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Amerika Serikat Setujui Penjualan Drone Predator $4 Miliar ke India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

2 September 2026 20:16
Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

2 September 2026 20:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?