Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Resah Melihat Ketimpangan di Indonesia, Akademisi Unair Keluarkan Petisi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Februari 2024 10:29 10:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Februari 2024 10:26
Bagikan
Para akademisi Universitas Airlangga (Unair) pada Senin, 5 Februari 2024 mengeluarkan petisi
Bagikan

Hidayatullah.com—Gelombang petisi dari kalangan akademisi di tanah air terus mengalir menyikapi situasi dan kondisi menjelang Pemilu 2024.  Hal tersebut juga yang dilakukan oleh para akademisi Universitas Airlangga (Unair) pada Senin, 5 Februari 2024.

Pernyataan sikap yang bertajuk “Unair Memanggil, Menegakkan Demokrasi, Menjaga Republik” diselenggarakan di depan gedung Pascasarjana Kampus B Unair yang dihadiri oleh sekitar 150 orang yang terdiri dari dosen, guru besar, alumni dan mahasiswa Unair.

“Kami menuntut agar tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kelompok tertentu maupun berpihak pada politik elektoral dan mengutuk segala bentuk jual beli suara atau politik uang yang dilakukan oleh peserta Pemilu,” ujar prof Potman Siahaan, Guru Besar Fisip Unair bidang Sosiologi selepas membacakan pernyataan sikap.

Sementara pengamat Politik Unair, Airlangga Pribadi Kusman, menyebutkan bahwa pernyataan sikap atau petisi ini digelar karena adanya ketimpangan-ketimpangan yang terjadi dimasa akhir jabatan Presiden Joko Widodo yan kerap dipanggil Jokowi.

Di antaranya pelanggaran etika berat yang dilakukan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres.

Baca Juga

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

“Hal itu merupakan pelanggaran berat dan masih banyak hal lain yang kami nilai tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan. Kami juga menilai dan melihat aparat yang tidak netral menjelang pemilu. Termasuk presiden sendiri dimasa akhir jabatannya juga sudah tidak jelas arahnya, sudah jelas tidak netral. Sebagai negarawan seharusnya presiden bersikap netral pada kontestasi pemilu dan pilpres kali ini,” ungkapnya.

Menurut Airlangga dalam pernyataan sikapnya hari ini, pendiri bangsa ini menegaskan sistem yang dibangun republik negara hukum yang posisinya diatas kekuasaan.

“Jadi apa yang saat ini berlangsung jelas telah menyimpang dari prinsip hukum dan konstitusi. Hal ini membutuhkan koreksi dan evaluasi agar presiden mengingat kembali. Apalagi beliau ini sudah 9 tahun berkuasa dengan legitimasi dari rakyat, sudah saatnya presiden diingatkan tentang hal ini,” imbuhnya.

Disinggung terkait pernyataan Rektor Unair untuk tidak ikut-ikut, Airlangga menegaskan bahwa memang acara ini bukan secara resmi dari universitas melainkan diinisiasi oleh bagian dari keluarga besar Unair yang di dalamnya ada profesor, akademisi, alumni dan mereka yang merasa memiliki komitmen terhadap permasalahan ini.

Meski demikian, menurutnya Universitas memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk melindungi aksi tersebut. “Memang ini bukan dari Universitas secara resmi, jadi wajar kalau rektorat menanggapi demikian,” ujarnya.

Menurutnya, aksi ini adalah pemanfaatan hak kebebasan mimbar akademik yang dimiliki oleh civitas academica dan kami manfaatkan itu sebagai bagian dari keluarga besar Unair. “Dan saya pikir kalau dalam tatanannya, aturannya universitas memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk melindungi hal tersebut,” tuturnya.

Beberapa mahasiswa yang nampak turut hadir dalam acara tersebut ikut menyampaiakn pendapatnya. Salah satunya adalah Restu, mahasiswi FISIP Unair tersebut menyampaikan bahwa kondisi Indonesia saat ini memang sedang tidak baik-baik saja.

“Saya sependapat dengan yang disampaiakan. Para dosen dan akademisi ini ingin  menyuarakan masalah yang terjadi di Indonesia sekarang seperti penyalahgunaan kekuasaan. Jadi wajar kalau mereka menyuarakan pendapatnya,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akademisiakademisi UnairPemilu 2024petisiuniversitas airlangga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kementerian Kesehatan: Korban Gugur di Gaza Meningkat 27.478 Orang
Tulisan selanjutnya Syeikh Tamim: Saudara Kandung Syeikh Nawawi Al-Bantani, Perintis Perjalanan Haji Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

17 Oktober 2026 09:35
Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

16 Oktober 2026 15:36
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?