Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Studi: 64.000 Kehamilan di Amerika Serikat Akibat Kasus Perkosaan

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Februari 2024 00:07 12:07 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Februari 2024 09:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Lebih dari 64.000 kehamilan diakibatkan oleh kasus pemerkosaan antara 1 Juli 2022 hingga 1 Januari 2024. Peneliti menambahkan, dari angka itu, semua negara bagian atau sebagian besar kasusnya melarang aborsi selama kehamilan.

Studi tersebut melaporkan sekitar 519.981 pemerkosaan terkait dengan 64.565 kehamilan di negara-negara bagian yang melarang aborsi setelah pembuahan selama empat hingga 18 bulan setelah larangan tersebut berlaku.

Dari kehamilan tersebut, 58.979 terjadi di negara bagian, tidak terkecuali pemerkosaan
Para penulis menghitung bahwa lebih dari 26.000 kehamilan akibat pemerkosaan mungkin terjadi di Texas saja.

“Peristiwa kehidupan yang sangat terstigmatisasi sulit diukur. Dan banyak penyintas kekerasan seksual tidak mau mengungkapkan bahwa mereka mengalami peristiwa kehidupan traumatis yang sangat menstigmatisasi ini,” kata Samuel Dickman, kepala petugas medis di Planned Parenthood of Montana, yang memimpin penelitian tersebut.

“Kita tidak akan pernah tahu jumlah sebenarnya orang yang selamat dari pemerkosaan dan kekerasan seksual di Amerika” Temuan ini dipublikasikan pada hari Rabu di JAMA Internal Medicine.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Sembilan dari 14 negara bagian yang diteliti memiliki larangan aborsi total, tidak terkecuali dalam kasus pemerkosaan. Di lima negara bagian lainnya yaitu Idaho, Indiana, Mississippi, West Virginia, dan North Dakota, para penyintas harus melaporkan kejahatan tersebut kepada polisi agar dapat mengakses layanan aborsi.

Penelitian nasional pada tahun 2022 menunjukkan hanya 21% korban yang melakukan hal tersebut, catatan studi tersebut.
Sebelumnya, larangan aborsi mulai berlaku di 14 negara bagian AS menyusul keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan keputusan Roe vs. Wade pada Juni 2022 yang mengizinkan warga AS melakukan aborsi.
Statistis Kasus Perkosaan di AS.

Untuk diketahui kekerasan seksual telah mempengaruhi jutaan orang Amerika Serikat. Menurut statistic, setiap 73 detik seorang Amerika mengalami pelecehan seksual.

Menurut Biro Statistik Kehakiman, Survei Nasional Korban Kejahatan tahun 2019 yang dikutip RAINN, tata-rata, terdapat 463.634 korban (usia 12 tahun ke atas) yang diperkosa dan diserang secara seksual setiap tahunnya di Amerika Serikat.

“Mayoritas korban kekerasan seksual berusia di bawah 30 tahun. Menurut statistik, 15% korban kekerasan seksual berusia 12-17 tahun, 54% korban berusia 18-34 tahun, 28% korban berusia 35-64 tahun, dan 3% berusia 65+ tahun, kutip RAINN.

Catatan statistik juga menyebutkan bahwa 1 dari setiap 6 wanita Amerika Serikat (AS) pernah menjadi korban percobaan atau percobaan pemerkosaan selama hidupnya (14,8% selesai, 2,8% percobaan).

Menurut Survei Institut Keadilan & Pusat Pengendalian & Pencegahan Penyakit, Prevalensi, Insiden dan Konsekuensi Kekerasan Terhadap Perempuan tahun 1998 menunjukkan, diperkirakan 17,7 juta perempuan Amerika (tahun 1998) telah menjadi korban percobaan atau pemerkosaan total.

Berdasarkan jenis kelamin, wanita muda merupakan kelompok yang paling berisiko. Perempuan berusia 16-19 tahun memiliki kemungkinan 4 kali lebih besar untuk menjadi korban pemerkosaan, percobaan pemerkosaan, atau kekerasan seksual dibandingkan masyarakat umum.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatkehamilanpemerkosaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akademisi Aceh Bergerak, MPKA Minta KPU Jujur dan Transparan Akademisi Aceh Bergerak, MPKA Minta KPU Jujur dan Transparan
Tulisan selanjutnya Raja Inggris Charles III Banyak Harta Banyak Penyakit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?