Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Akademisi Aceh Bergerak, MPKA Minta KPU Jujur dan Transparan

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Februari 2024 22:07 10:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 7 Februari 2024 08:00
Bagikan
Akademisi Aceh Bergerak, MPKA Minta KPU Jujur dan Transparan
Bagikan

Hudayatullah.com–Musyawarah Pekerja Kampus Aceh (MPKA) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersikap transparan secara penuh dalam proses pemilihan umum yang akan berlangsung 14 Februari 2024.

Mendesak setiap orang yang bekerja sebagai panitia penyelenggara untuk menerapkan mekanisme akuntabilitas yang kuat, agar setiap tindakan yang merugikan demokrasi dapat diidentifikasi dan diatasi dengan segera.

Narahubung MPKA Saiful Mahdi menyampaikan hal tersebut dalam pernyataan tertulis kepada media di Banda Aceh, Selasa, (6/2/2024). Pada bagian lain, MPKA menuntut Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara harus bersikap netral dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Apabila Presiden Joko Widodo ingin menggunakan hak untuk memperlihatkan dukungan terhadap salah satu pasangan calon, maka Presiden Joko Widodo dapat menempuh cara-cara yang dibenarkan oleh Undang-Undang yang berlaku. Presiden harus menjadi negarawan yang adil di atas semua peserta Pemilu dan kelompok kepentingan,” ungkap dosen USK ini.

Selain itu, tambah Saiful Mahdi, MPKA mendesak menteri yang terlibat dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden, mundur dari jabatannya saat ini untuk menjaga netralitas, tidak menggunakan fasilitas negara, dan kekuasaan mereka untuk kepentingan pribadi atau partai politik tertentu.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Kemudian, menuntut aparat TNI, Polri, dan ASN tetap netral dan menyahuti kehendak Rakyat Indonesia sebagai pemegang mandat tertinggi NKRI untuk sebuah pemilu yang berintegritas, transparan, jujur, dan adil.

Mendesak semua orang yang terlibat dalam pemilihan umum tahun 2024 mengutamakan pendekatan etis dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika bernegara, mematuhi segara peraturan, hukum, dan perundang-undangan demi menjaga kehormatan dan martabat demokrasi Indonesia.

Saiful Mahdi menjelaskan, para akademisi yang bernaung dalam MPKA menyampaikan petisi #JagaDemokrasiJagaDamai ini sebagai bentuk keprihatinan atas perilaku politik sejumlah elit di Jakarta dan sejumlah wilayah yang semakin mengancam demokrasi Indonesia.

“Menjelang Hari Pemilihan Umum pada tanggal 14 Februari 2024, seharusnya pejabat tinggi negara dapat menunjukkan sikap politik yang menjunjung tinggi moralitas politik dan etika bernegara, sehingga menjadi contoh bagi masyarakat,” tegasnya.

Namun menurut MPKA, kutip Saiful Mahdi, sangat disayangkan beberapa menteri, bahkan Presiden RI sendiri yang terlibat dalam kompetisi pemilihan presiden dan wakil presiden, serta pejabat tinggi negara yang saat ini berkuasa telah menunjukkan perilaku yang mengancam moralitas politik dan etika bernegara.

MPKA menyadari arti penting netralitas dan integritas aparatur negara, termasuk aparatur TNI, Polri, dan aparatur sipil negara (ASN) sebagai pilar utama yang ikut menopang keadilan dan kesetaraan dalam penyelenggaraan pemilihan umum yang jujur dan adil.

“Kami melihat tindakan-tindakan rendah-moral dan nir-etika yang terjadi sampai saat ini, yang itu dapat dilihat dari penggerakan aparatur negara, serta pemanfaatan fasilitas negara untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, sebagai upaya membajak demokrasi dari tangan rakyat,” ungkapnya.

Baca juga: Resah Melihat Ketimpangan di Indonesia, Akademisi Unair Keluarkan Petisi

Petisi MPKA yang ditandatangani 21 perwakilan perguruan tinggi di Aceh itu menegaskan, apabila Presiden Joko Widodo dan para pejabat tinggi negara lain terus membiarkan kondisi yang saat ini terjadi, maka bukan hanya menimbulkan ketidapercayaan terhadap integritas pemilihan umum, tetapi juga mengancam masa depan demokrasi bangsa Indonesia dan perdamaian di Aceh.

“Untuk itu, MPKA menuntut presiden dan wakil presiden dan seluruh pejabat tinggi negara, baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif tetap bersikap netral dan menjaga integritas dalam proses pemilihan umum yang saat ini sedang berlangsung,” pungkas Saiful Mahdi.

Berikut perwakilan MPKA:

  1. Saiful Mahdi (Universitas Syiah Kuala)
  2. Yogi Febriandi (IAIN Langsa)
  3. Muhammad Mirza Ardi (UIN Ar-Raniry)
  4. Asrul Sidiq (Universitas Syiah Kuala)
  5. Sylvia Agustina (Universitas Syiah Kuala)
  6. Harri Santoso (UIN Ar-Raniry)
  7. Reza Idria (UIN Ar-Raniry)
  8. Rizkika Lhena Darwin (UIN Ar-Raniry)
  9. Melly Masni (UIN Ar Raniry)
  10. Zikrayanti (UIN Ar- Raniry)
  11. Putra Hidayatullah (UIN Ar-Raniry)
  12. Cut Asmaul Husna (UTU)
  13. Sulaiman Tripa (Universitas Syiah Kuala)
  14. Rizanna Rosemary (Universitas Syiah Kuala)
  15. Fahmi Yunus (UIN Ar-Raniry)
  16. Saleh Sjafei (Universitas Syiah Kuala)
  17. M. Yamin (Universitas Muhammadiyah Aceh)
  18. Khairul Hasni (Universitas Al Muslim)
  19. Teuku Kemal Fasya (Universitas Malikussaleh)
  20. Bakti Siahaan (Universitas Syiah Kuala)
  21. Teuku Cut Mahmud Aziz, (Universitas Almuslim)
  22. Cut Zamharira (UIN Ar-Raniry)
  23. Yuhdi Fahrimal (UTU)
  24. Arfriani Maifizar, UTU. (Sayed M. Husen)
Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Acehkomisi pemilihan umumKPUpemiluPilpres 2024Presiden Joko Widodo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inflasi Tinggi Sampah Makanan di Prancis Berkurang
Tulisan selanjutnya Studi: 64.000 Kehamilan di Amerika Serikat Akibat Kasus Perkosaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?