Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Negara Sibuk Perang Kaum Hawa Ukraina Minta Masa Penugasan Tentara Dipersingkat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Februari 2024 12:45 12:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Februari 2024 12:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kaum Hawa dari keluarga para prajurit Ukraina menuntut masa penugasan yang lebih singkat dan rotasi yang lebih banyak bagi serdadu di garis depan, sementara negara masih sibuk menghadapi gempuran dari tentara Rusia.

Tuntutan itu disuarakan perempuan Ukraina sementara wakil rakyat di parlemen berusaha meloloskan RUU yang akan mempidanakan mereka yang mangkir dari wajib militer dan mengakhiri pengecualian dinas militer bagi warga Ukraina penyandang disabilitas ringan.

Pemerintah Ukraina juga bermaksud menurunkan usia wajib militer dari 27 tahun menjadi 25 tahun, guna menambah jumlah personel angkatan bersenjatanya.

Syarat dan ketentuan wajib militer, yang saat ini tidak ada batasan waktunya, menjadi isu besar yang mengganjal.

Awal pekan ini, kaum wanita berunjuk rasa di Kyiv guna memprotes usulan keharusan peserta wajib militer untuk menjalani masa tugas selama 36 bulan berturut-turut sebelum mereka diperbolehkan keluar.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Para pengunjuk rasa meminta parlemen untuk menurunkan batas waktu itu menjadi 18 bulan, terutama bagi mereka yang ditugaskan di garis depan.

“Saya memiliki seorang putra. Dia berusia 3 tahun. Pada sebagian besar usianya, ayahnya tidak hadir. Dan ini berdampak bruk bagi dirinya,” kata Taiisia, istri dari seorang prajurit Ukraina yang secara sukarela mendaftarkan diri untuk ikut berperang pada bulan Maret 2022, kepada Euronews.

“Protes ini bukan tentang menghentikan peperangan,” tegasnya. “Ini tentang fakta bahwa para pria memenuhi kewajiban mereka sebagai warga negara. Seperti halnya orang lain warga negara ini, mereka tidak hanya memiliki kewajiban tetapi juga memiliki hak,” imbuhnya seperti dikutiip Euronews Rabu (7/2/2024).

Seperti halnya banyak keluarga Ukraina, para pengunjuk rasa berkeyakinan masa tugas yang lebih singkat sangat penting untuk menaikkan moral di kalangan prajurit dan membantu negara meraih kemenangan.

Seorang nenek bernama Nina mengatakan cucunya bertugas di garis depan Ukraina sejak awal peperangan.

“Mereka sudah bertempur sejak hari pertama, tidak ada pengganti mereka dan banyak di antara mereka yang sudah mati. Mereka kelelahan,” katanya kepada Euronews.

“Kita membutuhkan kejelasan masa dinas, mobilisasi dan masa penugasan yang lebih singkat. Akan ada lebih banyak orang yang bersedia masuk ketentaraan. Mereka akan mengetahui kapan bisa pulang ke rumah dan tidak harus bertugas sampai perang berakhir, ketika mereka yang masih memiliki nyawa yang bisa pulang ke rumah.”

“Suami saya sudah bertugas di medan tempur selama 2 tahun. Selama itu dia hanya mendapatkan cuti 30 hari,” kata Antonina Danylevich kepada Euronews.

“Suami-suami kami harus digantikan dengan pria lain, mereka harus mendapatkan waktu untuk beristirahat. Dan setelah itu, jika mereka ingin kembali [ke medan tempur], silahkan. Kami ingin perjuangan terus berlanjut sampai kita memperoleh kembali perbatasan 1991,” kata Danylevich.

Presoden Ukrainia Volodymyr Zelenskyy pada bulan Desember 2023 mengumumkan bahwa komandan-komandan angkatan bersenjata membutuhkan 500.000 orang guna memperkuat pasukan dan akan memberikan masa istirahat bagi mereka yang sudah bertugas di garis depan selama 2 tahun.

Diperkirakan masih akan dilakukan sejumlah perubahan pada rancangan undang-undang yang diajuka  ke parlemen dalam beberapa pekan ke depan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ukraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salah Abdeslam Dipindah Paksa dari Penjara Belgia ke Prancis
Tulisan selanjutnya Rekomendasi Fashion Muslim Lebaran Untuk Tampil Stylish Dan Elegan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?