Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Diskriminasi dan Islamofobia Memaksa Muslimah Prancis Cari Kerja di Luar Negeri

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 19 Februari 2024 16:07 4:07 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 19 Februari 2024 18:00
Bagikan
hijab olahraga
Bagikan

Hidayatullah.com – Tumbuhnya Islamofobia di tingkat politik dan sosial menyebabkan pengucilan terhadap para Muslimah berhijab dari masyarakat, meskipun mereka lahir dan besar di Prancis, berpendidikan tinggi dan memiliki keterampilan profesional yang dapat memberikan kontribusi bagi negara.

Daftar isi
  • Kurangnya kebijakan berorientasi solusi untuk komunitas Muslim
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Wawancara Anadolu terhadap 20 Muslimah yang sudah dan akan meninggalkan Prancis mengungkapkan adanya diskriminasi di tempat kerja.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa diskriminasi dan kurangnya penerimaan sosial sering kali memaksa perempuan Muslim untuk mencari peluang kerja di luar perbatasan Prancis.

Laporan yang bertujuan untuk meneliti sejauh mana Islamofobia terhadap perempuan di Prancis dan memberikan daftar rekomendasi untuk memerangi diskriminasi tersebut, menyoroti bagaimana “kebijakan koersif” benar-benar membatasi perempuan berhijab untuk bekerja di sektor publik, memperkuat diskriminasi terhadap jilbab di sektor swasta, dan meningkatkan Islamofobia di tingkat masyarakat.

Selain menghadapi diskriminasi di tempat kerja, perempuan Muslim di Prancis juga mengalami diskriminasi di bidang pendidikan dan masyarakat.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Larangan berhijab di Prancis membuat Muslimah tidak dapat bersekolah dan berdampak negatif pada karier dan kesejahteraan mereka secara umum.

Terlepas dari motivasi mereka untuk berkontribusi pada masyarakat Prancis, perempuan Muslim tidak diizinkan untuk berbagi keterampilan dan pengalaman mereka di lingkungan pendidikan.

Pencegahan partisipasi perempuan Muslim dalam kegiatan masyarakat sipil muncul sebagai area lain di mana mereka merasa dikucilkan.

Para Muslimah Prancis, yang dimintai pendapatnya untuk laporan ini, mengatakan bahwa mereka memilih untuk meninggalkan negara itu dan melanjutkan karir mereka di luar negeri karena prevalensi Islamofobia.

Perempuan Muslim yang memilih untuk tetap tinggal di Prancis dipaksa untuk membuat keputusan yang sulit seperti melepas hijab mereka untuk menyesuaikan diri dengan tekanan masyarakat atau menarik diri dari dunia kerja dalam menghadapi diskriminasi.

Kebijakan negara yang Islamofobia dan sikap diskriminatif masyarakat di Prancis memperburuk masalah yang dihadapi oleh perempuan Muslim, yang berjumlah sekitar 7 juta, atau 10% dari populasi.

Kurangnya kebijakan berorientasi solusi untuk komunitas Muslim

Laporan tersebut menyoroti kurangnya kebijakan yang berorientasi pada solusi bagi komunitas Muslim di Prancis, di mana simbol-simbol agama, termasuk jilbab, dilarang di sekolah-sekolah pada tahun 2004 dan diperluas pada tahun 2010 untuk mencakup cadar yang menutupi seluruh wajah di ruang publik.

Dalam bagian rekomendasi laporan tersebut, para pembuat kebijakan disarankan untuk mengembangkan kebijakan yang inklusif dan partisipatif, mengakui sikap Islamofobia sebagai kejahatan kebencian, dan menerapkan sanksi yang membuat jera terhadap tindakan-tindakan yang berasal dari Islamofobia.*

Baca juga: Larangan Hijab Prancis di Olimpiade 2024 Banjir Kecaman Internasional

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Islam di PrancisislamofobiaMuslimMuslimahPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya British Museum Didesak Kembalikan Patung Moai ke Easter Island
Tulisan selanjutnya Daftar Senjata Canggih ‘Israel’ yang Digunakan pada Genosida Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?