Hidayatullah.com– British Museum menjadi sasaran unjuk rasa warganet di Chile yang menuntut pengembalian patung batu moai yang diambil dari Easter Island.
Museum itu memiliki dua patung moai yang diambil dari wilayah Chile Rapa Nui atau Easter Island pada 1868.
Para pemengaruh mendorong pengikutnya untuk melakukan “spam” terhadap akun Instagram British Museum dengan komentar “kembalikan moai”.
British Museum mengatakan pihaknya sudah menonaktifkan kolom komentar di media sosialnya, lapor BBC Ahad (18/2/2024).
Pulau Rapa Nui, terletak sekitar 2.300 mil jauhnya dari pesisir Chile di Pasifik, dikenal sebagai tujuan wisata dunia disebabkan patung-patung batu moai berukuran besar, yang sampai saat ini masih banyak menyimpan misteri seputar keberadaannya. Konon, patung-patung yang dibuat dari batu utuh itu merupakan persemayaman arwah leluhur pulau yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Easter Island.
Berasal dari tahun 1400 sampai 1650 Masehi, patung-patung batu itu kebanyakan masih berada di pulau tersebut, tetapi beberapa di antara diambil dan dipindahkan ke berbagai museum di dunia, termasuk yang dipajang di koleksi Hoa Hakananai’a di British Museum.
Dua patung itu, satu moai besar satu moai kecil (Hava), merupakan hadiah bagi Ratu Inggris Victoria yang diberikan oleh kapten kapal HMS Topaze, Komodor Richard Powell pada tahun 1869. Ratu Victoria kemudian mendonasikan keduanya kepada British Museum.
Sejak lama patung koleksi Hoa Hakananai’a, atau “Teman Curian” itu ke Rapa Nui.
Presiden Chile Gabriel Boric mengungkapkan dukungannya terhadap kampanye pengembalian patung-patung tersebut dalam wawancara di radio belum lama ini.*