Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gereja Westminster Abbey Setuju Kembalikan Tablet Sakral Curian ke Gereja Ortodoks Ethiopia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Februari 2024 14:58 2:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Februari 2024 13:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Gereja Westminster Abbey telah setuju “pada prinsipnya” untuk mengembalikan sebuah tablet sakral hasil curian ke Gereja Ortodoks Ethiopia.

Tabot itu, sebuah papan kayu datar kehitaman yang di atasnya terukir tulisan yang menyimbolkan Ark of the Covenant and the Ten Commandments (Tabut Perjanjian dan Sepuluh Perintah Tuhan), berada di Abbey sejak pasukan kolonial Inggris membawanya dari Battle of Maqdala, ketika benda sakral umat Kristen Ethiopia itu dicuri pada 1868. Westminster Abbey merupakan gereja Anglikan di bawah Church of England yang terletak di London, tempat banyak anggota keluarga Kerajaan Inggris melangsungkan pernikahan.

Seorang juru bicara untuk Westminster Abbey mengatakan bahwa pihak Dean and Chapter of Westminster Abbey, otoritas pengelola gereja itu, “pada prinsipnya” setuju untuk mengembalikan papan sakral itu ke Gereja Ortodoks Ethiopia, lansir The Guardian mengutip laporan Art Newspaper (19/2/2024).

“Kami saat ini sedang mempertimbangkan cara untuk mewujudkannya, dan kami masih terus berdiskusi dengan perwakilan dari Gereja Ortodoks Ethiopia Tewahedo. Ini merupakan masalah yang kompleks, dan kemungkinan akan membutuhkan waktu cukup lama,” imbuhnya.

Westminster Abbey berada di bawah yurisdiksi Kerajaan Inggris, yang artinya Raja Charles III sebagai pimpinan tertinggi Church of England kemungkinan akan menyetujui pengembalian tabot tersebut.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Westminster Abbey tidak menjelaskan mengapa pihaknya sekarang berubah sikap dan bersedia mengembalikan barang curian itu.

Namun, beberapa tahun terakhir berbagai institusi di Eropa didesak untuk mengembalikan barang-barang dan artefak yang dibawa ke Eropa pada masa penjajahan. Beberapa artefak perunggu Benin, yang dijarah oleh pasukan kolonial Inggris pada 1897 dari wilayah yang sekarang Nigeria, telah dikembalikan setelah puluhan tahun kampanye pengembaliannya digaungkan.

Langkah Westminster Abbey ini akan menimbulkan tekanan bagi British Museum, yang saat ini menyimpan 11 tabot di koleksinya yang tidak dipamerkan ke publik tetapi diperbolehkan untuk dikunjungi oleh para rohaniwan Gereja Ortodoks Ethiopia.

Berdalih untuk mempertahankan benda-benda itu agar tetap berada di museumnya, seorang jubir British Museum berkata, “Koleksi British Museum ini menceritakan kisah pencapaian budaya manusia lebih dari 2 juta tahun. Kehadiran tabot-tabot dalam koleksi ini, bersama dengan benda-benda lainnya dari Ethiopia, menunjukkan nafas dan keberagaman tradisi keagamaan di Ethiopia, yang mencakup ajaran Kristen, Islam dan Yahudi serta aliran kepercayaan lain.”

Keengganan British Museum untuk melepaskannya, sementara desakan untuk pengembalian benda-benda sakral itu semakin menguat, akhirnya memunculkan ide untuk “meminjamkan” tabot ke sebuah Gereja Ortodoks Ethiopia di Inggris “supaya benda itu dapat dilestarikan oleh para rohaniwannya sesuai dengan tradisi mereka”.

Namun, langkah “peminjaman” itu dipertanyakan oleh kalangan rohaniwan Ethiopia yang mengatakan tidak mungkin dilakukan disebabkan mahalnya asuransi yang harus dibayar untuk artefak-artefak kuno itu.

Rev Gebre Georgis Dimtsu, dari Gereja Debre Bisrat St Gabriel di bagian timur London, mengatakan kepada The Guardian bahwa tidak memungkinkan bagi gerejanya untuk menyimpan benda tersebut disebabkan biaya yang harus dikeluarkan sangat mahal. Oleh karenanya, tidak ada jalan lain kecuali artefak sakral itu harus dikembalikan permanen ke tempat asalnya yaitu Ethiopia.

“Benda-benda itu harus dikembalikan ke tempat mereka seharusnya berada dan di mana umat selama ini memujanya,” kata Dimtsu.

Sebuah tabot yang disimpan oleh sebuah institusi Inggris sudah dikembalikan ke Ethiopia tidak lama setelah ditemukan di sebuah lemari gereja di Edinburgh 23 tahun silam.

Ketika artefak itu mendarat di negeri asalnya, yang sudah dinantikan kedatangannya selama puluhan tahun, pemerintah mengumumkan libur nasional dan ribuan orang berjajar di jalan-jalan ibu kota Addis Ababa untuk menyaksikannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:British MuseumEthiopiaGereja OrtodokstabotWestminster Abbey
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Melepas Pria 84 Tahun Tokoh Ekstremis Kanan-Jauh Austria
Tulisan selanjutnya Disangka Kaligrafi Qur’an Wanita Berpakaian Motif Aksara Arab Diselamatkan dari Amuk Massa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Berita
11 Oktober 2026 23:14
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?