Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pimpinan Darul Istiqamah: Hidup Ber-Qur’an, Hidup Berkembang

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 28 Februari 2024 12:33 12:33 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 27 Februari 2024 12:41
Bagikan
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maros, Sulsel (kanan), bersama Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad di Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Senin (26/2/2024).* [Foto: Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com]
Bagikan

Hidayatullah.com– Jelang bulan suci Ramadhan 1445 H, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maros, Sulawesi Selatan, KH Arif Marzuki, berpesan agar kaum Muslimin hidup ber-Qur’an.

Sebab, jelasnya, seorang Muslim yang ber-Qur’an, maka hidupnya akan berkembang.

Dalam kata lain, untuk menjadi manusia yang berkembang, maka harus ber-Qur’an.

“Hidup dengan Al-Qur’an adalah hidup yang berkembang,” ujarnya saat didaulat memberikan tausiyah di Masjid Ar-Riyadh, Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah di Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin bakda maghrib (26/2/2024).

Kalau hidup tidak berkembang, kata Kiai Arif Marzuki, sama saja dengan orang mati.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Mari menjadi manusia Qur’ani,” pesan kiai penghafal 30 juz Al-Qur’an ini, maka, “Baca Al-Qur’an!”

Ia juga berpesan agar kaum Muslimin menjadi tujuan atau alamat untuk orang-orang mencari kebaikan.

“Insya Allah seluruh warga Hidayatullah dan (Darul) Istiqamah akan selalu menjadi alamat, baik sekarang maupun yang akan datang,” ujarnya di depan ratusan warga dan jamaah Hidayatullah.

Kiai Arif Marzuki juga mengajak untuk terus mengambil ibrah dari para pendahulu, khususnya Pendiri Darul Istiqamah, KH Marzuki Hasan, dan Pendiri Hidayatullah, KH Abdullah Said. Di mana keduanya masih dirasakan hidup lewat warisan-warisan kebaikannya melalui kedua pergerakan Islam itu.

“(Para) Pendiri kini telah tiada tapi masih hidup,” ujar Kiai Arif Marzuki yang berceramah sembari duduk di atas kursi.

Ia menambahkan, lebih baik sudah tiada di dunia tapi masih hidup, “Daripada masih ada tapi sudah tiada.”

Orang hidup yang tapi sudah tiada, menurutnya, adalah orang yang tidak berkembang, yaitu orang yang tidak ber-Qur’an.

“Kunjungan Bersejarah”

Pantauan hidayatullah.com, Kiai Arif Marzuki tiba di Gunung Tembak pada Senin sekitar pukul 15.55 WITA. Dalam rombongannya, hadir pula dua putra Kiai Arif Marzuki yaitu Muzayyin Arif (Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan) dan Dr Muthahhir Arif (imam masjid sekaligus pimpinan pesantren Nusantara di Amerika).

Kehadiran rombongan dari Ponpes Darul Istiqamah itu disambut hangat oleh para pengurus Hidayatullah.

Kunjungan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maros, Sulsel (batik biru) di Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Senin (26/2/2024).* [Foto: Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com]

Mulai dari Pemimpin Umum KH Abdurrahman Muhammad, Ketua Umum DPP Dr Nashirul Haq, Anggota Dewan Mudzakarah Ustadz Akib Junaid Kahar, Pembina Kampus Induk Hidayatullah Ustadz Abdul Latief Usman, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan Ustadz Hamzah Akbar, dan lain sebagainya.

Pada Selasa sore, rombongan Kiai Arif Marzuki bersilaturahim dengan para pengurus di Kantor YPPH.

Usai itu, silaturahim dilanjutkan di Masjid Ar-Riyadh. Rombongan Darul Istiqamah melaksanakan shalat maghrib berjamaah bersama ratusan warga Hidayatullah. Shalat magrib ini diimami oleh Dr Muthahhir.

Muthahhir Arif menceritakan profil singkat sosok Kiai Kiai Arif Marzuki yang dipanggilnya Abah.

Abah, katanya, bernama lengkap Muhammad Arif Marzuki, kelahiran Sinjai (16/2/1942). “Tiga tahun sebelum proklamasi Republik Indonesia.”

Ia juga mengatakan, Hidayatullah memiliki hubungan dan akar sejarah yang panjang.

“Kehadiran Abah saat ini adalah silaturahim bersejarah,” ujar Muthahhir.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Darul Istiqamah MarosHidayatullah BalikpapanKH Arif MarzukiQuranRamadhanRamadhan 1445 H
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan: Menyadarkan Dunia tentang Kejahatan Israel adalah Tugas Turki
Tulisan selanjutnya Fatwa MUI: Membakar, Menggunduli Hutan dan Merusak Alam Hukumnya Haram  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?