Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dokter di Korea Selatan Mogok Kerja Pasien Meninggal Setelah Ditolak Masuk Rumah Sakit

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Februari 2024 09:42 9:42 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Februari 2024 09:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Korea Selatan melakukan penyelidikan atas kematian seorang wanita berusia 80-an setelah ambulans yang membawanya ditolak masuk di beberapa rumah sakit disebabkan aksi mogok kerja yang sedang berlangsung.

Pasien manula itu meninggal di ambulans setelah mengalami serangan jantung.

Sekitar 70% dokter muda mogok kerja sejak sepekan lalu guna memprotes rencana pemerintah untuk menghasilkan lebih banyak lulusan kedokteran.

Paramedis di kota Daejon hari Jumat berkeliling ke sekitar tujuh rumah sakit agar menerima wanita malang itu, tetapi mereka selalu ditolak disebabkan kurangnya dokter dan tempat tidur.

Nenek itu akhirnya dimasukkan ke sebuah rumah sakit universitas 67 menit setelah pertam kali dijemput ambulans, tetapi dia dinyatakan meninggal dunia setibanya di sana.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Hari Selasa (27/2/2024), pejabat pemerintah mengatakan mereka akan menyelidiki kasus itu, yang tersebar luas dikabarkan di media Korea Selatan.

Peristiwa itu diyakini sebagai kematian pertama berkaitan dengan aksi mogok para dokter, lansir BBC.

Lebih dari 9.000 dokter menolak untuk bekerja, sementara sekitar 10.000 dokter mengajukan pengunduran diri di ratusan rumah sakit di seluruh Korea Selatan.

Dokter muda dan dokter residen merupakan tulang punggung layanan darurat di rumah sakit sehingga ketidakhadiran mereka di tempat kerja sangat dirasakan. Pekan lalu negeri ginseng itu terpaksa menyatakan layanan kesehatan dalam status krisis tingkat tertinggi.

Hari Selasa, pemerintah mengancam akan menerapkan kewenangannya untuk mencabut izin praktik mereka apabila tidak kembali bekerja pada akhir bulan ini.

Presiden Yoon Suk-yeol menolak membatalkan rencana menaikkan jumlah lulusan kedokteran sebanyak 60% guna mengatasi kekurangan jumlah dokter sementara negara itu menghadapi masalah penuaan populasi.

Korea Selatan merupakan negara anggota OECD dengan rasio dokter-per-pasien paling rendah, hanya 2,5 per 1.000 orang, dan sangat kekurangan jumlah dokter spesialis kandungan dan dokter anak.

Sejak lama pemerintah yang berkuasa di Korea Selatan berusaha menambah lulusan kedokteran, tetapi selama itu pula senantiasa mendapatkan penolakan dari kalangan dokter sendiri.

Paravpakar kesehatan publik mengatakan para dokter melakukan aksinmogok demi kepentingan finansial mereka sendiri, karena mereka tidak ingin kekurangan jumlah pasien dan menghadapi persaingan kerja yang lebih berat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dokterKorea Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Bunuh 8 Polisi Palestina yang Mengawal Konvoi Bantuan ke Gaza
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Tak Setuju KUA Dijadikan Pernikahan Lintas Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?