Hidayatullah.com– Pasukan keamanan dikerahkan ke kota-kota di bagian barat Iran pada hari Rabu (16/9/2026) sementara pelaku bisnis menutup toko-toko dan merumahkan pekerja mereka sehubungan dengan peringatan hari wafat Mahsa “Jina” Amini, yang kematiannya di dalam tahanan kepolisian pada September 2022 menyulut salah satu gelombang unjuk rasa anti pemerintah terbesar di Iran.
Penutupan tempat-tempat usaha itu menyusul seruan dari aliansi kelompok-kelompok politik Kurdi Iran yang mengajak masyarakat untuk melakukan aksi mogok massal pada 16 September, lansir Gulf News.
Pasukan keamanan kabarnya paling banyak dikerahkan di Saqqez, kampung halaman Amini dan lokasi kuburannya di Pemakaman Aichi.
Sejumlah laporan menyebutkan pasukan keamanan, unit anti huru-hara dan kendaraan militer dikerahkan di jalan-jalan utama dan alun-alun kota, sementara rute menuju makam Amini diblokir.
IranWire melaporkan bahwa kamera-kamera pengawas dan tiang-tiang kamera baru dipasang di berbagai sudut kota dan kompleks pemakaman Amini menjelang hari peringatan kematian gadis Kurdi itu.
Kurdpa (Kurdistan Press Agency) melaporkan bahwa air dari Bendungan Chaghar Weis (Cheragh-Veis) dilepaskan hingga membanjiri rute alternatif yang bisa menjangkau makam Amini. Tindakan tersebut sudah tiga kali dilakukan berturut-turut pada setiap tahun menjelang peringatan kematian Amini.
Kabar-kabar tersebut datang dari organisasi-organisasi peduli hak-hak orang Kurdi dan tidak dapat dikonfirmasi secara independen, lapor Gulf News.
IranWire melaporkan bahwa para pejabat setempat di Saqqez hari Selasa (15/9/2026) menggelar pertemuan dengan para perwakilan serikat pekerja dan berusaha supaya pertokoan tidak ditutup.
IranWire merupakan sebuah situs web berita independen yang didirikan pada tahun 2013 dan dijalankan oleh sebuah jaringan kolaboratif terdiri dari para jurnalis profesional Iran yang bekerja di pengasingan serta jurnalis warga yang berada di dalam wilayah Iran.*




