Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Afrika Obesitas dan Kurang Gizi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Maret 2024 20:02 8:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Maret 2024 20:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menurut hasil studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Benua Afrika saat ini menghadapi masalah kekurangan gizi sekaligus obesitas.

Sementara sebagian penduduk di Afrika masih kekurangan gizi, sebagian lain sudah tidak mengalami masalah itu tetapi diet mereka buruk dan obesitas meningkat, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet pekan lalu menjelang peringatan World Obesity Day 4 Maret, seperti dilansir RFI (4/3/2024).

Pada tahun 2022, WHO sudah memperingatkan bom waktu obesitas di Benua Afrika, terutama di negara-negara Botswana, Eswatini, Lesotho, Mauritius, Namibia, Seychelles serta Afrika Selatan. Di Gabon, Mauritania dan Aljazair, jumlah obesitas menorehkan rekor tertinggi di Afrika.

Pada 2021, Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan bahwa di Gabon, sementara 18 persen anak di bawah usia 5 tahun mengalami gizi buruk, sebanyak 40 persen orang dewasanya justru kelebihan berat badan.

“Saya bertambah berat badan banyak dalam waktu sepuluh tahun,” kata Ruth, 30, seorang penderita diabetes dasri Gabon kepada RFI.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Sepertinya berat badan saya bertambah hamoir dua kali lipat. Saya naik dari 52 kg menjadi hampir 105 kg sekarang. Saya tidak pernah pergi ke dokter, tetapi saya tahu saya memiliki masalah berat badan.”

Menurut studi yang dilakukan oleh Unicef dan Kementerian Kesehatan pada tahun 2023, sebanyak 35 persen  anak sekolah di kota-kota besar di Gabon mengalami obesitas.

Penderita diabetes rawan diabetes. Tidak hanya itu risiko penyakit jantung dan kanker juga menjadi lebih tinggi bagi orang yang kelebihan berat badan.

Colette Azandjeme, profesor bidang kesehatan masyarakat dan ahli gizi di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Cotonou, Benin, meyakini perubahan pola makan – yang berarti berubah pula nutrisi yang dikonsumsi – dan gaya hidup yang lebih meniru masyarakat Barat menjadi penyebab utama masalah tersebut.

“Kita semakin banyak mengkonsumsi makanan yang diproses dan ultra-processed,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa masyarakat sekarang kurang banyak melakukan aktivitas fisik.

“Seiring dengan waktu, kita kehilangan kebiasaan banyak berjalan. Sekarang ada banyak motor, lebih banyak mobil.”

“Kita duduk semakin lama di depan televisi,” imbuhnya.

Penyelenggara World Obesity Day mengatakan bahwa sekitar 1,9 miliar di dunia orang akan mengalami obesitas pada 2035.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pangkalan Udara Era Uni Soviet di Albania Dipakai NATO
Tulisan selanjutnya Balai Kota Paris Digeledah Gegara Wali Kota Pelesir Saat Kunjungan Dinas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?