Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tolak Dukung ‘Israel’, 600 Karyawan Google Buat Petisi Keberatan

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Maret 2024 21:14 9:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 7 Maret 2024 21:14
Bagikan
google rusia
Bagikan

Hidayatullah.com—Tidak kurang 600 karyawan Google menuntut perusahaan berhenti memberi dukungan dalam bentuk apapun terhadap penjajah ‘Israel’. Tuntutan ini tercermin dalam sebuah surat petisi yang ditujukan pimpinan pemasaran perusahaan tersebut.

Hari Selasa (5/3/2024), ratusan karyawan Google menuntut perusahaan untuk segera membatalkan sponsor mereka dalam program ‘Mind the Tech’, sebuah konferensi tahunan yang mempromosikan industri teknologi ‘Israel’.

“Mohon menarik diri dari ‘Mind the Tech’, menyampaikan permintaan maaf, dan mendukung Googler (staff perusahaan) serta pelanggan yang putus asa atas banyaknya korban jiwa di Gaza. kami membutuhkan Google untuk berbuat lebih baik,” tulis petisi itu dikutip situs berita Wired.

Petisi menentang partisipasi mendukung penjajah pertama kali dibagikan secara internal pada 29 Februari 2024. Petisi itu ditulis bersama oleh sejumlah karyawan yang tergabung dalam kampanye ‘No Tech for Apartheid’.

‘No Tech for Apartheid’ merupakan kelompok kampanye yang menyerukan pemutusan Project Nimbus, sebuah kontrak pengembangan komputasi awan yang dilakukan bersama Zionis ‘Israel’ dan Amazon sejak 2021.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Interupsi

Sementara itu, dalam agenda konferensi itu, salah seorang staf Google dengan terang-terangan berdemo dengan menginterupsi acara saat Barak Regev, Direktur Pelaksana Google ‘Israel’ berpidato di konferensi hari Senin (4/3/2024).

Interupsi dating dari seorang insinyur perangkat lunak Google Cloud yang berteriak bahwa karyanya tidak boleh digunakan untuk tujuan pengawasan dan genosida warga Palestina.

Ia menginterupsi acara tersebut bersama dengan seorang penyelenggara yang tergabung dalam kelompok anti-Zionis ‘Israel’, Shoresh dan Jewish Voices for Peace.

“Saya tidak melihat ada cara untuk melanjutkan pekerjaan teknis saya tanpa melakukan hal ini (protes),” kata insinyur Google yang enggan diungkap identitasnya.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan Regev berpidato di konferensi MindTheTech di New York sebelum seorang pria ini berdiri.

“Saya menolak untuk membangun teknologi yang mendukung genosida, apartheid atau pengawasan,” kata pria tersebut. “Proyek Nimbus membahayakan masyarakat Palestina.”

“Jangan menggunakan cloud untuk apartheid, jangan menggunakan teknologi untuk apartheid,” katanya sebelum petugas keamanan mengantarnya keluar ruangan.

Saat Regev mengakhiri pidatonya, pengunjuk rasa kedua menyela dengan meneriakkan “bebaskan Palestina”. Para penonton terdengar berteriak “pergi dan dukung terorisme di tempat lain”.

Diketahui, Proyek Nimbus senilai $1,2 miliar (£950 juta) dari Google diumumkan pada bulan April 2021 dan dimaksudkan untuk memberikan “solusi cloud yang mencakup segalanya” kepada penjajah ‘Israel’, lembaga pertahanan, dan pihak lainnya.

Melansir The Intercept hari Rabu (6/3/2024), teknologi Proyek Nimbus memungkinkan penjajah ‘Israel’ mengumpulan data dan pengawasan lebih lanjut kepada warga Palestina yang melanggar hukum, memfasilitasi perluasan pemukiman ilegal ‘Israel’ di tanah Palestina.

Meskipun mereka tidak memberikan detail secara spesifik bagaimana Nimbus akan digunakan, dokumentasi menunjukan bahwa cloud tersebut akan memberikan ‘Israel’ kemampuan untuk deteksi wajah, kategorisasi gambar otomatis, pelacakan objek, dan bahkan analisis konten emosional dari gambar, ucapan, dan tulisan.

Jumlah warga Palestina yang syahid di Jalur Gaza telah mencapai lebih dari 30.000 orang sejak perang dimulai hampir lima bulan lalu, dan kemungkinan serangan darat Zionis ‘Israel’ di Rafah semakin dekat.

Sebuah laporan PBB mengatakan bahwa anak-anak mati kelaparan di Jalur Gaza yang terkepung, dan orang-orang memakan dedaunan dan makanan hewani sebagai upaya putus asa untuk tetap hidup.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agresi Israelgenosida IsraelgoogleHeadlineMind the Tech
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya operasi militer rusia ICC Keluarkan Surat Penangkapan Perwira Tinggi Rusia
Tulisan selanjutnya Pemkot Jakarta Timur Kerahkan Satpol PP Awasi Viaduk yang jadi Mangkal Kaum Sodom

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?