Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

ICC Keluarkan Surat Penangkapan Perwira Tinggi Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Maret 2024 20:55 8:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Maret 2024 20:55
Bagikan
operasi militer rusia
Bagikan

Hidayatullah.com– International Criminal Court (ICC) mengeluarkan surat penangkapan sejumlah perwira tinggi militer Rusia dengan tuduhan kejahatan perang di Ukraina.

Letnan Jenderal (AD) Sergei Kobylash dan Admiral (AL) Viktor Sokolov, disebut dalam nama surat perintah penangkapan yang dibuat ICC tersebut, lansir BBC Rabu (6/3/2024).

Ini merupakan kedua kalinya ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan pejabat Rusia berkaitan dengan perang di Ukraina. 

Maret tahun lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan Presiden Putin dan komisioner hak-hak anak Rusia Maria Lvova-Belova berkaitan kasus pemindahan paksa anak-anak Ukraina korban perang ke Rusia.

ICC mengatakan surat kedua ini dikeluarkan karena ada alasan kuat bahwa kedua orang itu terlibat dalam serangan pasukan Rusia atas infrastruktur listrik di Ukraina. Kejahatan yang dituduhkan terjadi antara Oktober 2022 dan Maret 2023, kata ICC.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Kobylash, 58, merupakan komandan aviasi jarak jauh di Angkatan Udara Rusia saat kejahatan yang dituduhkan terjadi.

Sokolov, 61, merupakan seorang admiral di Angkatan Laut Rusia Russian yang memimpin Armada Laut Hitam saat kejahatan yang dituduhkan terjadi, menurut ICC.

Moskow sebelumnya pernah membantah tuduhan bahwa pasukannya menyerang infrastruktur sipil di Ukraina 

Dibentuk lewat sebuah traktat Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2002, ICC bertugas menyelidiki dan menyeret ke pengadilan mereka yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang. Mereka bertindak apabila otoritas negara bersangkutan tidak dapat atau tidak akan membuat dakwaan.

Traktat itu diratifikasi oleh 123 negara, tetapi Rusia beserta China, India dan Amerika Serikat menolak untuk bergabung.

Rusia tidak mengakui ICC, menjadikan orang-orang yang nama disebut dalam surat itu kemungkinan kecil akan diekstradisi guna menghadapi dakwaan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ICCrusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Negara Afrika Barat Bentuk Pasukan untuk Melawan Milisi Muslim
Tulisan selanjutnya google rusia Tolak Dukung ‘Israel’, 600 Karyawan Google Buat Petisi Keberatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?