Hidayatullah.com – Kekejaman penjajah Israel terus kembali terjadi, tak hanya kepada warga Gaza namun juga kepada semua makhluk bernyawa yang berada di wilayah Palestina terkepung itu.
Melansir Middle East Eye pada Senin (11/03), pasukan penjajahan Israel membombardir daerah Al Mawasi di Khan Younis. Serangan itu membunuh seluruh keluarga Abdul Ghafur beserta ternak mereka.
“Bahkan hewan tidak luput dari pemboman penjajah,” ujar seorang jurnalis Palestina dalam video yang memperlihatkan kematian sejumlah ternak keluarga Abdul Ghafur.
Serangan ini menandai serangan hari pertama di bulan Ramadhan. Hingga kini pemboman dan pembantaian Zionis Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 31.045 orang syahid sejak 7 Oktober.
Akses Ketat ke Masjid Al-Aqsa
Pasukan pendudukan Israel mencegah ratusan jamaah Palestina memasuki Masjid Al-Aqsa dan memukuli beberapa di antara mereka ketika mereka mencoba mencapai situs suci umat Islam tersebut pada malam pertama bulan Ramadhan, demikian laporan para saksi mata.
Hanya warga Palestina yang berusia di atas 40 tahun yang diizinkan masuk ke Al-Aqsa kemarin untuk melaksanakan shalat Tarawih.
Para saksi mata melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menyerang para jamaah dan mencegah mereka masuk melalui Bab Al-Majlis, salah satu pintu gerbang Al-Aqsa, tadi malam.
Sebelumnya kemarin, Israel Broadcasting Corporation melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menugaskan dirinya sendiri untuk mengambil keputusan apakah pasukan penjajah akan menyerbu Al-Aqsa selama bulan Ramadhan atau tidak.
Selama beberapa minggu terakhir, dinas keamanan internal Israel, Shin Bet, dan tentara meminta Netanyahu untuk mengambil keputusan sendiri karena kemungkinan konsekuensi dari langkah tersebut, menurut pihak berwenang.
Hal ini diyakini sebagai akibat dari kurangnya kepercayaan mereka pada Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
Beberapa hari yang lalu, Netanyahu menolak rekomendasi dari Ben-Gvir untuk tidak mengizinkan penduduk Tepi Barat yang diduduki untuk memasuki Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadhan, dan membatasi akses ke masjid hanya untuk Muslim berusia di atas 70 tahun yang merupakan warga negara Israel.
Warga Palestina meyakini bahwa pembatasan akses tersebut merupakan bagian dari upaya negara penjajah untuk melakukan Yahudisasi di wilayah tersebut.*