Hidayatullah.com– Kelompok paramiliter Sudan Rapid Support Forces (RSF) menolak kesepakatan soal pengiriman bantuan kemanusiaan ke Darfur yang dibuat antara badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan penguasa militer Sudan.
Hari Kamis (21/3/2024), Gubernur Darfur Minni Minawi mengumumkan bahwa pihaknya sudah mencapai kesepakatan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah di bagian baray melalui tute baru yang dikontrol oleh pasukan militer Sudan.
Namun RSF, yang menguasai sebagian besar wilayah Darfur, mengatakan badan PBB tidak berkonsultasi dengan pihaknya perihal rencana pengiriman bantuan kemanusiaan itu, lansir BBC.
RSF juga menuding “ekstremis rezim terdahulu” berusaha menyelundupkan senjata ke Darfur, tuduhan yang tidak direspon oleh pemerintah militer Sudan.
Bulan lalu, UN World Food Programme (WFP) mengatakan pihaknya baru bisa mengirimkan bantuan vital ke 10% dari mereka yang membutuhkan di daerah-daerah konflik, seperti Darfur.
Pengiriman bantuan kemanusiaan di Sudan menghadapi banyak kendala termasuk penjarahan, ancaman keamanan serta pemblokiran jalan.*