Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

65% PNS Saudi Absen Tanpa Alasan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 November 2013 08:16 8:16 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 November 2013 08:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pegawai negeri sipil (PNS) Arab Saudi yang meninggalkan tempat tugas sebelum jam kerja berakhir jumlahnya meningkat, demikian hasil sebuah studi.

PNS kadang-kadang pulang lebih awal atau istirahat sampai tiga jam, ungkap sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut Administrasi Publik.

IAP yang meneliti 182 institusi pemerintah Arab Saudi mendapati bahwa 69 persen PNS absen tanpa alasan yang valid. Dan 59 persen PNS meninggalkan kantor sebelum jam kerja berakhir.

Penelitian itu juga mengungkap bahwa ternyata 68 persen PNS sudah biasa memolorkan jam istirahat sampai 3 jam.

Lebih parah lagi, 47 persen supervisor mengaku tidak memantau produktivitas bawahannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Alasan yang paling banyak diajukan untuk mangkir dari tempat kerja adalah pernikahan.

Menurut Riyadh al-Unaizi, anggota komite pelatihan IAP di Riyadh, banyak alasan PNS tidak menghormati pekerjaan mereka sendiri, termasuk karakter pribadi dan tingkat pendidikan. Faktor lain yang berpengaruh adalah peraturan dan manajemen ditempat kerja, seperti insentif dan supervisi.

Sementara menurut anggota Dewan Syura Muhammad al-Naji, masalah itu terjadi karena deskripsi tugas yang tidak jelas.

“Masalah akan muncul jika tidak ada paparan tugas harian yang jelas. Tugas pekerjaan harus ditetapkan dan peran pengawas ditingkatkan,” kata Al-Naji dikutip Saudi Gazette (19/11/2013).

Lingkungan dan suasana kerja juga harus diperbaiki. Pegawai yang bekerja keras harus diberikan insentif lebih. Sementara pegawai yang malas harusditegur agar memperbaiki perilakunya, imbuh Al-Naji.

Menurut pakar ekonomi Abdulhamid al-Amri, masalah PNS bolos tersebut berkaitan dengan masih dipakainya peraturan lawas oleh pemerintah, di mana tidak ada sistem yang jelas tentang promosi jabatan. Banyak pegawai terjebak dalam posisi dengan level kepegawaian yang sama dalam kurun waktu lama, sehingga merekamerasa frustasi.

“Kebanyakan pegawai yang rajin bekerja akhirnya berpikir mereka dianggap sama saja dengan pegawai yang tidak kerja (malas),” kata Al-Amri.

Amir al-Khansani salah seorang PNS membocorkan rahasia di lingkungan kerjanya. “Kebanyakan pegawai sekarang tidak menghormati kontrak kerja mereka dan tidak loyal terhadap pekerjaan mereka. Saya harus katakan bahwa tidak ada pengawasan di tempat kerja, ” kata Al-Khansani, seraya menambahkan bahwa banyak PNS bekerja sambilan untuk menambah pendapatan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seperempat Keluarga Turki Anggap Memukul Anak itu Normal
Tulisan selanjutnya Teladan di tengah Badai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?