Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Parlemen Prancis Pertimbangkan Buka Investigasi Dampak Uji Coba Senjata Nuklir di Pasifik Selatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Maret 2024 17:09 5:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Maret 2024 17:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota parlemen Prancis sedang mempertimbangkan untuk membuka investigasi dampak uji coba senjata nuklir yang dilakukan negaranya selama 30 tahun di wilayah Polinesia Prancis di kawasan Pasifik Selatan.

Dari tahun 1960-an sampai 1990-an, Prancis meledakkan hampir 200 bom nuklir di Polinesia Prancis – teritori yang yerdiri dari sejumlah pulau kecil di Pasifik yang jauhnya ribuan kilometer dari sisi timur Australia – termasuk 41 uji coba tembakan ke udara antara 1966 dan 1974.

Koalisi GDR di parlemen Prancis – yang terdiri dari lima partai beraliran komunis, aliran kiri dari kalangan demokrat dan republik – sudah membuat permintaan tertulis untuk dilakukan investigasi.“Kita perlu bertanya kepada diri sendiri apa yang pemerintah Prancis ketahui tentang dampak dari tes-tes tersebut sebelum dilakukan, ketika dilakukan dan sampai saat ini.”

GDR mempergunakan haknya untuk meminta satu investigasi oleh parlemen per sesi, yang harus mendapatkan persetujuan komite pertahanan di parlemen, lansir RFI Selasa (26/3/2024).

Dalam permintaan tertulis itu, Mereana Reid Arbelot, anggota parlemen dari daerah perwakilan Polinesia Prancis, mengatakan bahwa uji coba senjata nuklir berdampak pada kesehatan, perekonomian, masyarakat dan lingkungan orang-orang Polinesia Prancis.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Fia menuntut agar konsekuensi dari uji coba itu diungkap secara penuh dan GDF ingin mengetahui bagaimana dan kenapa lokasi uji coba itu dipilih pada 1950-an.

Reid Arbelot menegaskan bahwa keputusan pemerintah Prancis untuk melakukan uji coba senjata nuklir di kawasan Polinesia Prancis telah menimbulkan trauma bagi penduduk sipil dan militer di kepulauan itu.

GDR menilai klaim pemerintah tentang seberapa banyak radiasi yang mengenai penduduk pada saat dilakukan uji coba sampai sekarang masih diperdebatkan oleh para ilmuwan dan harus direvisi.

Paris pertama kali membuka peluang kompensasi pada 2010, ketika pemerintah mengakui adanya dampak negatif uji coba senjata nuklir yang dilakukannya terhadap kesehatan penduduk dan lingkungan.

Sebuah studi yang dilakukan French National Institute of Health and Medical Research (INSERM) tahun lalu menemukan bahwa uji coba nuklir agak menaikkan risiko kanker tiroid penduduk setempat.

Namun, para aktivis ketika itu mengkritik studi tersebut yang menurut mereka seharusnya dilakukan terhadap populasi yang lebih luas dan mereka menyerukan supaya pemerintah memberikan kompensasi atas penderitaan yang dialami penduduk akibat uji coba nuklir tersebut.

Dalam kunjungan ke Polinesia Prancis pada 2021, Presiden Emmanuel Macron mengatakan bahwa negara Prancis “berutang” terhadap teritori di seberang laut atas uji coba nuklir yang berlangsung sampai 1996.

Dia menyeru supaya arsip terkait uji coba itu dibuka, kecuali informasi militer yang sensitif.

Program nuklir independen Prancis diluncurkan setelah Perang Dunia Kedua dan didorong oleh pendiri Republik Kelima, Charles de Gaulle.

Prancis merupakan satu dari sembilan negara yang memiliki kekuatan nuklir di dunia. Saat ini Prancis memiliki simpanan sekitar 300 hulu ledak nuklir – setara dengan China atau Inggris, tetapi jauh di bawah kelas berat Rusia dan Amerika Serikat.

Doktrin negara Prancis menyebutkan bahwa bom-bom nuklir itu hanya dipergunakan jika negara dalam keadaan terancam, terminologi yang relatif tidak jelas atau kabur kerena keputusan penggunaannya berada di tangan presiden.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:nuklirPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putin Sebut ‘Radical Islamists’ Sebagai Pelaku Penembakan Gedung Konser, Heran Kenapa Pelaku Kabur ke Ukraina
Tulisan selanjutnya Ratusan Warga Yordania Mengepung Kedubes Israel, Tuntut Batalkan Kerjasama dengan Zionis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?