Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ditelanjangi, Dianiaya Tentara ‘Israel’, Perempuan Hamil di Gaza Diperkosa di Depan Suami Sendiri

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Maret 2024 22:24 10:24 pm
Ahmad
Dipublikasikan 26 Maret 2024 22:25
Bagikan
Bagikan

Gaza kini menjadi salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi perempuan, dengan rata-rata tujuh kematian setiap dua jam

Hidayatullah.com | PENJAJAH ‘Israel’ mencemarkan kesucian bulan Ramadhan dengan tindakan tidak manusiawi mereka ketika serangan kekerasan terbaru terhadap Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza dilancarkan pekan lalu.

Sebuah kesaksian mengerikan diceritakan oleh seorang perempuan bernama Jamila al-Hisi yang berhasil melarikan diri dari kompleks medis yang terkepung tersebut.

“Para perempuan yang mengungsi di RS al-Shifa diperkosa, dibiarkan kelaparan, dianiaya secara fisik dan dihukum di luar hukum,” jelasnya sambil mengungkapkan kekecewaannya karena Komite Palang Merah Internasional (ICRC) hanya diam dan tidak mengambil tindakan apa pun.

Menurutnya, tentara penjajah juga mengusir paksa 65 keluarga dari kawasan sekitar fasilitas tersebut.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

“Mereka semua kemudian dibunuh secara brutal ketika gedung yang melindungi kelompok tersebut dibakar tanpa ampun sebelum mereka bisa keluar,” seraya menambahkan bahwa kelompok warga Gaza yang berada di kompleks RS al-Shifa tidak memiliki makanan atau air minum selama enam hari berturut-turut.

“Kami bahkan tidak punya seteguk air pun untuk berbuka puasa. Kami tidak tahu ke mana lagi harus pergi,” katanya.

Wanita tersebut juga mendesak Palang Merah untuk menyediakan air bersih bagi anak-anak dan orang sakit karena mereka harus minum air kotor dan makan makanan basi.

“Kami tertangkap ketika serangan di al-Shifa terus meningkat,” katanya dengan menangis.

Ada laporan yang mengejutkan bahwa perempuan hamil juga menjadi korban nafsu keji rezim Zionis dan perbuatan jahat tersebut dibenarkan oleh suami korban.

“Istrinya dipaksa membuka pakaian dan kemudian dipukuli. Dia memohon kepada mereka dan memberi tahu mereka bahwa dia sedang hamil lima bulan, namun tentara ‘Israel’ mengabaikan mereka.

“Setelah beberapa jam, perempuan itu diseret ke depan suami dan anak-anaknya lalu diperkosa,”ujarnya.

“Yang lebih kejam lagi, mereka memerintahkan pria tersebut untuk tidak menutup mata dan menyaksikan istrinya ‘ditegur’ atau dia akan ditembak jika tidak mengikuti perintah tersebut,” lapor aktivis Palestina, mengutip pernyataan pria malang tersebut.

Seorang perempuan membawa 3 bayi saat dia mencapai bagian tengah Jalur Gaza setelah melarikan diri dari RS Al-Shifa, 21 Maret 2024. (Foto oleh AFP)

Ditelanjangi dan Dianiaya

Gaza saat ini adalah salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi perempuan. Perempuan menjadi sasaran pelecehan dan penyiksaan saat ditahan oleh Zionis atau dibunuh saat melarikan diri.

Inas, 28 tahun, adalah satu dari ratusan wanita Palestina di Gaza yang ditahan  oleh tentara penjajah sejak 7 Oktober. Berbicara kepada The New Arab, Inas mengatakan bahwa dia menjadi sasaran pelecehan verbal, fisik, dan psikologis oleh tentara Zionis.

Inas ditangkap pada pertengahan Desember di lingkungan Al-Zeitoun di Kota Gaza tempat dia berlindung. Dia kemudian dipaksa berjalan selama dua jam hingga mencapai lingkungan Al-Shejaiya di Gaza timur.

“Jika kamu tidak mengatakan apa yang kamu tahu, kami akan menyuruh 10 orang untuk memperkosamu,” kata dia.

“Saya diborgol dan dimasukkan ke dalam kendaraan pengangkut pasukan [kendaraan tempur infanteri]. Mereka terus memukuli saya sampai kami tiba di Zikim,” kenang Inas, yang lebih suka menyembunyikan nama keluarganya. “‘Selamat datang di ‘Israel’’, kata mereka.”

Tentara penjajah kemudian melemparkan selimut basah ke tubuh mereka pada malam hari. “Saya kemudian dibawa ke Kamp Militer Anatot di mana saya menjadi sasaran penggeledahan telanjang oleh tentara wanita.”

Agresi ‘Israel’ terhadap Perempuan di Gaza

Pada bulan Februari, para ahli PBB menyatakan kekhawatirannya atas tuduhan mengenai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh tentara penjajah terhadap perempuan dan anak perempuan Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, dengan dilaporkan adanya insiden eksekusi yang tidak sah, bersama dengan anggota keluarga termasuk anak-anak.

“Kami terkejut dengan laporan mengenai penargetan yang disengaja dan pembunuhan di luar proses hukum terhadap perempuan dan anak-anak Palestina di tempat-tempat mereka mencari perlindungan, atau ketika melarikan diri. Beberapa dari mereka dilaporkan memegang potongan kain ketika tentara ‘Israel’ atau pasukan afiliasinya membunuh mereka,” ungkapnya.

Sebelum Inas dibawa ke Penjara Damon di Haifa, dia mengatakan kepada  The New Arab  bahwa seorang tentara ‘Israel’ mengancam akan memperkosanya jika dia tidak mendengarkan perintah.

“Jika Anda tidak mengatakan apa yang Anda tahu,” katanya, “kami akan melakukannya suruh 10 orang untuk memperkosamu.”

“Di penjara, mereka bertanya kepada saya apakah saya tahu di mana terowongan itu berada, di mana Yahya Sinwar berada. Saya katakan kepada mereka bahwa mereka seharusnya tahu lebih baik. Saya tidak ada hubungannya dengan Hamas.”

Perempuan Gaza Mendominasi Jumlah Korban  

Sepanjang agresi ‘Israel’ di Gaza, berbagai laporan menunjukkan perempuan dibunuh oleh tentara ‘Israel’ ketika melarikan diri ke selatan, dengan satu video  – menunjukkan seorang perempuan ditembak mati sambil memegang bendera putih di samping cucunya – menjadi viral.

Lebih dari 31.819 warga Palestina syahid di Gaza sejak 7 Oktober dan 73.934 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. Dari total korban tewas, lebih dari 9000 adalah perempuan.

Perempuan juga merupakan 75% dari korban luka, seperti yang dilaporkan oleh Biro Pusat Statistik Palestina.

Gaza kini menjadi salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi perempuan, dengan rata-rata tujuh kematian setiap dua jam.

“Setiap hari adalah perjuangan yang penuh keputusasaan. Mimpi buruk ini terus berlanjut, membuat perempuan dan anak perempuan di Gaza bertanya-tanya mengapa dunia mengabaikan mereka,” kata Riham Jafari, Koordinator Advokasi dan Komunikasi ActionAid Palestina.

Di akhir wawancara, Inas menyebutkan bahwa ia melihat seorang perempuan yang mengalami kram saat berada di penjara. Dia tidak menerima perawatan medis apa pun dan kemudian meninggal.

“Aku hancur secara mental,” desahnya. “Kuharap mereka membunuhku atau aku mati lebih cepat,”katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agresi GazagazaHeadlineisraelpemerkosaan Gazaperempuan gazaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Delegasi Indonesia Tawarkan Diplomasi Parlemen untuk Perdamaian Gaza
Tulisan selanjutnya Viral Pemain Timnas Yordania Jadi Imam Sholat Tarawih

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?