Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Peneliti Parlemen Inggris Dijerat Dakwaan Jadi Mata-mata China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 April 2024 07:56 7:56 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 April 2024 07:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang peneliti parlemen Inggris dan seorang pria lain didakwa dengan tuduhan menjadi mata-mata untuk China dan memberikan informasi “yang berguna bagi musuh”.

Christopher Cash, 29, seorang peneliti parlemen, dan Christopher Berry, 32, dijerat dengan undang-undang kerahasiaan Official Secrets Act.

Mereka dituduh memberikan “artikel, catatan, dokumen atau informasi” ke negara asing, kata Met Police.

Berry, asal Witney di Oxfordshire, dan Cash, asal Whitechapel, London, ditangkap pada bulan Maret tahun lalu berkaitan dengan investigasi kasus itu.

Cash dikabarkan sebagai peneliti parlemen yang berkecimpung di China Research Group dan diketahui memiliki akses ke sejumlah anggota parlemen Inggris dari Partai Konservatif.

Baca Juga

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Sunday Times melaporkan bahwa Cash memiliki akses ke Menteri Keamanan Tom Tugendhat dan Ketua Komite Urusan Luar Negeri Alicia Kearns, serta sejumlah pejabat lain.

Pelanggaran yang dilakukan Cash kabarnya dilakukan antara 20 Januari 2022 dan 3 Februari 2023, sementara Berry melakukan pelanggaran-pelanggaran antara 28 Desember 2021 dan 3 Februari 2023.

Cdr Dominic Murphy, kepala Counter Terrorism Command, mengatakan investigasi kasus itu sangat rumit.

“Kami bekerja sama dengan Crown Prosecution Service (kejaksaan, red) dan hasil dari kemajuan penyelidikan kami menggiring pada dua pria yang menjadi terdakwa hari ini,” kata Murphy seperti dilansir BBC Senin (22/4/2024).

Berry ditangkap di sebuah alamat di Oxfordshire dan Cash di sebuah alamat di Edinburgh pada 13 Maret 2023.

Keduanya kemudian dilepaskan dari tahanan dengan uang jaminan sambil menunggu proses selanjutnya. Berkas kasus mereka diserahkan ke kejaksaan untuk dipertimbangkan naik ke pengadilan pada akhir 2023, kata pihak Met Police.

Keduanya akan mulai disidang pada Jumat 26 April 2024 di Westminster Magistrates’ Court. 

Nick Price, kepala Special Crime and Counter Terrorism Division di CPS, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kasus ini aktif dalam proses hukum dan karena itu semua pihak dilarang membagikan informasi apapun yang dapat mengganggu jalannya persidangan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinainggrismata-mata
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bukan Mabuk, Tubuh Pria Belgia Ini Menghasilkan Alkohol Sendiri
Tulisan selanjutnya Bayi di Gaza Ini Lahir dalam Keadaan Yatim Piatu melalui Operasi Caesar setelah Serangan Zionis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

20 Juli 2026 05:00
Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?