Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Polisi Bela Pro-Zionis, Aksi Bela Palestina di UCLA Tak Dapat Perlindungan Polisi

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Mei 2024 11:11 11:11 am
Ahmad
Dipublikasikan 3 Mei 2024 11:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Organisasi Islam di Amerika Serikat (AS) dan mahasiswa Universitas California, Los Angeles (UCLA) mengkritik pejabat universitas dan polisi karena gagal melakukan intervensi dan melindungi mereka dari penyerang pro-Israel.

Horrific scenes are coming out of UCLA.

America's message to the world is clear:

You can't protest
You can't march
You can't chant
You can't express solidarity or wear certain symbols

If we fund Genocide, you must accept it.

This isn't democracy. It's Israeli dictatorship. pic.twitter.com/BfWINfp143

— Khalissee (@Kahlissee) May 2, 2024

Al Jazeera mengutip AP yang melaporkan bahwa Kepala Staf Dewan Urusan Muslim AS Rebecca Husaini mengatakan mahasiswa yang melakukan protes di UCLA tidak merasa dilindungi oleh polisi menyusul serangan pada Selasa malam hingga Rabu pagi.

“Masyarakat perlu merasa bahwa kebijakan tersebut melindungi mereka, tidak membiarkan pihak lain merugikan mereka,” kata Rebecca.

Dia berbicara setelah kekerasan terjadi di mana mahasiswa di kamp perdamaian pro-Palestina di kampus Los Angeles dilecehkan secara verbal, disemprot merica dan dipukuli oleh penyerang pro-Israel.

Beberapa mahasiswa yang berbicara kepada AP mengatakan mereka harus bergantung pada satu sama lain dan bukan pada polisi untuk perlindungan ketika mereka diserang.

Baca Juga

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Organisasi Islam di Amerika Serikat (AS) dan mahasiswa Universitas California, Los Angeles (UCLA) mengkritik pejabat universitas dan polisi karena gagal melakukan intervensi dan melindungi mereka dari penyerang pro-Israel.

https://twitter.com/Esqueer_/status/1785637622582309038

Muslim di AS, Rebecca Husaini, mengatakan mahasiswa yang melakukan protes di UCLA tidak merasa dilindungi oleh polisi menyusul serangan Selasa malam hingga Rabu pagi.

“Masyarakat perlu merasa bahwa kebijakan tersebut melindungi mereka, tidak membiarkan pihak lain merugikan mereka,” kata Rebecca.

Pernyataannya muncul setelah kekerasan meletus di mana mahasiswa di kamp perdamaian pro-Palestina di kampus Los Angeles dilecehkan secara verbal, disemprot merica, dan dipukuli oleh penyerang pro-Israel.

Pengunjuk rasa tandingan, yang tampaknya merupakan agitator dan bukan mahasiwa, menggunakan apa yang tampak seperti semprotan merica untuk memadamkan pengunjuk rasa pro-Palestina, menurut KTLA Nexstar.

Sebuah video menunjukkan kembang api meledak di sekitar perkemahan. Orang-orang melemparkan kursi dan pada suatu saat sekelompok orang menyerang seseorang yang tergeletak di tanah, menendang dan memukuli mereka dengan tongkat hingga yang lain menarik mereka keluar dari kerumunan.

Setelah beberapa jam terjadi baku hantam, polisi yang mengenakan helm dan pelindung wajah membentuk barisan dan perlahan-lahan memisahkan kelompok tersebut. Hal ini berhasil memadamkan kekerasan, dan suasana menjadi tenang saat fajar menyingsing.

Beberapa mahasiswa yang berbicara kepada AP mengatakan mereka harus bergantung pada satu sama lain dan bukan pada polisi yang seharusnya memberi perlindungan ketika mereka diserang.

Banyak pendukung pro-Palestina tetap bersikap damai dan tidak terlibat dengan para penyerang.

Menyusul penggulingan lebih dari 100 mahasiswa pengunjuk rasa bulan lalu di Universitas Columbia di New York, tekanan pro-Palestina menyebar di perguruan tinggi dan universitas di seluruh Amerika.

Selain UCLA, mahasiswa di beberapa perguruan tinggi dan universitas California lainnya, termasuk Universitas Stanford, Universitas California Selatan, UC Berkeley dan Sacramento State, ikut serta dalam protes tersebut. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHeadlineIslam Amerika SerikatPro IsraelPro-PalestinaUCLA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Bunuh Kepala Ortopedi RS Al-Shifa
Tulisan selanjutnya Pengaruh Medsos, Generasi Z Miliki Kebahagiaan Rendah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?