Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Erdogan: 1.000 Anggota Pejuang Hamas Dirawat di Turki

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Mei 2024 22:00 10:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Mei 2024 15:10
Bagikan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AA)
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim ada 1.000 anggota Hamas menerima perawatan medis di negaranya, meskipun seorang pejabat mengatakan yang dimaksud adalah ‘warga Palestina secara umum’.

Erdogan mengatakan dalam pidatonya pada hari Senin bahwa ratusan pejuang Hamas saat ini dirawat di rumah sakit negaranya.

Pernyataan tersebut disampaikan Erdog an dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di Ankara, pada konferensi pers bersama yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan antar negara.

Dalam pidatonya, Erdogan juga mengatakan bahwa Hamas bukanlah “organisasi teror” melainkan “gerakan perlawanan” yang membela warga Palestina dan tanah mereka.

“Jika Anda menyebut Hamas sebagai ‘organisasi teroris’, ini akan membuat kami sedih,” kata Erdogan pada konferensi tersebut setelah PM Mitsotakis menyebut Hamas sebagai organisasi teroris.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Kami tidak menganggap Hamas sebagai organisasi teroris. Lebih dari 1.000 anggota Hamas sedang dirawat di rumah sakit di seluruh negara kami,”ujar dia.

Namun seorang pejabat Turki mengatakan bahwa presiden tersebut “salah bicara” dan bermaksud merujuk pada warga Palestina yang umumnya berasal dari Jalur Gaza yang dirawat di Turki, lapor Reuters.

Turki sangat pro-Gaza dan pro-Palestina sejak penjajah ‘Israel’ melancarkan agresi di wilayah tersebut lebih dari tujuh bulan lalu, yang menewaskan sedikitnya 35.173 warga Palestina pada hari Selasa.

Erdogan telah mengkritik ‘Israel’ dalam beberapa kesempatan atas kekejaman yang dilakukan selama serangan tanpa pandang bulu di Jalur Gaza.

Pasukan Zionis ‘Israel’ telah menargetkan bangunan tempat tinggal, rumah sakit, sekolah dan infrastruktur penting lainnya, sehingga menghancurkan wilayah Palestina secara total.

Sejak runtuhnya Khilafah Utsmani, tepatnya tahun 1949, Turki yang dibawa menuju sistem sekuler, mengakui ‘Israel’.  Namun di era Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) secara perlahan, kebijakan negara itu lebih pro-Palestina.

Pada November tahun lalu, presiden Turki menyebut ‘Israel’ sebagai “negara teror” dan “melakukan kejahatan perang dan melanggar hukum internasional di Gaza”.

Ia juga menyerukan agar para pemimpin ‘Israel’ diadili atas kejahatan perang di Mahkamah Internasional di Den Haag.

Pada bulan Desember, Erdogan mengatakan “tidak ada perbedaan” antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Adolf Hitler.

Di tengah agresi, banyak warga Palestina diterbangkan ke Turki untuk menerima perawatan medis atas luka akibat pemboman ‘Israel’, serta kanker.

Pada akhir Desember, tiga warga Palestina yang dirawat di Ankara dimakamkan di Turki, setelah mereka meninggal karena luka dan penyakit yang mereka derita.

Baru-baru ini, Turki mengatakan akan menghentikan semua impor dan ekspor ke ‘Israel’, dengan alasan operasi militer yang sedang berlangsung di Gaza.

76 Tahun Peringatan Nakba

Berkenaan dengan peringatan 76 tahun Nakba Palestina, Erdoğan menyampaikan salam kepada rakyat Palestina dan mengatakan bahwa Türkiye “menyimpan harapan bahwa mereka akan segera kembali ke rumah mereka.”

Dia menekankan bahwa Türkiye akan “terus mendukung Hamas, yang berjuang demi kemerdekaan wilayahnya sendiri dan membela Anatolia.”

“Israel tidak akan berhenti di Gaza, dan jika tidak dihentikan, negara jahat ini pada akhirnya akan menargetkan Anatolia dengan khayalannya tentang tanah perjanjian.”

Dia menegaskan kembali bahwa PM Zionis ‘Israel’ Benjamin “Netanyahu dan mereka yang terlibat dalam genosida akan bertanggung jawab atas setiap tetes darah yang mereka tumpahkan.”

“Pada Nakba, Hari Bencana, kami sekali lagi menyatakan dengan seluruh keberadaan dan sumber daya kami bahwa kami mendukung Palestina dan perjuangan Palestina,” kata Erdogan.

“Kami (Türkiye) juga akan memastikan bahwa para pelaku genosida diadili,” tambahnya.

Türkiye hari Selasa mengatakan pihaknya memutuskan untuk menyerahkan deklarasi intervensi resminya dalam kasus genosida Afrika Selatan terhadap ‘Israel’ di Pengadilan Internasional.

Biro Pusat Statistik Palestina merilis sebuah laporan yang memperingati peringatan Nakba ke-76, yang menunjukkan bahwa sejak tahun 1948, sekitar 134.000 warga Palestina dan Arab telah terbunuh baik di dalam maupun di luar Palestina.

Peringatan Nakba tahun ini terjadi ketika rakyat Palestina di Jalur Gaza mengalami serangan gencar Israel yang telah terjadi sejak 7 Oktober, dan telah menewaskan lebih dari 35.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Hakan Fidan mengatakan bahwa Turki telah memutuskan untuk menyerahkan deklarasi intervensi resminya dalam kasus genosida Afrika Selatan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASHeadlinepejuang HamasPresiden TurkiRecep Tayyip Erdogan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya OJK Cabut Izin PayTren yang Dikelola Yusuf Mansur
Tulisan selanjutnya Bekas Menteri Gambia Divonis Penjara 20 Tahun Oleh Pengadilan Swiss

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?