Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dor! Dor! Polisi Amerika Tembak Mati Bocah Pembawa Senjata Mainan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 November 2014 13:57 1:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 November 2014 12:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun ditembak mati polisi Amerika Serikat di kota Cleveland, karena membawa senjata yang ternyata mainan di taman bermain anak-anak.

Polisi mengatakan bahwa petugas yang membunuh bocah itu melancarkan tembakan dua kali setelah korban tidak mengikuti perintahnya untuk mengangkat kedua tangannya.

Seseorang yang menelepon polisi melaporkan bocah itu karena menakut-nakuti orang dengan senjatanya, tetapi dia tidak tahu apakah senjata itu asli atau tidak.

Dua orang petugas polisi yang datang, satu adalah polisi lokal yang baru bertugas satu tahun dan satunya polisi berpengalaman 10 tahun.

Dokter forensik dari Cuyahoga County mengidentifikasi korban sebagai Tamir Rice.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wakil Kepala Kepolisian Cleveland Ed Tomba mengatakan bahwa bocah itu ditembak dua kali setelah dia berusaha meraih senjata dari tempatnya yang tergantung di pinggang celana panjangnya. Bocah itu meninggal kemudian di rumah sakit.

Bocah itu tidak mengeluarkan kata-kata ancaman apapun dan tidak juga mengacungkan senjatanya ke arah petugas polisi, imbuh Tomba dilansir BBC Senin (24/11/2014).

Polisi mengatakan bahwa senjata yang dibawa anak itu ternyata sebuah “airsoft” yang merupakan replika mirip pistol semi-otomatis. Dan indikator pengaman berwarna oranye yang ada pada senjata itu sudah dicopot.

Pelapor yang menelepon polisi mengatakan bahwa bocah itu menarik dan memasukkan senjata dari celananya. “Saya tidak tahu apakah itu asli atu tidak,” kata pelapor kepada polisi.

Tetapi menurut Jeff Follmer, ketua persatuan polisi Cleveland, kedua petugas di lapangan tidak diberitahu soal pernyataan pelapor itu.

Wartawan BBC David Willis mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan atas peristiwa tersebut dan kedua petugas yang terlibat dikenai cuti administratif.

Willis melaporkan bahwa anggota legislatif setempat, Alicia Reece, mengatakan ingin mengusulkan agar ada peraturan yang mengharuskan senjata mainan yang dijual di negara bagia Ohio diberi warna cerah.

Kepolisian Cleveland beberapa tahun terakhir menjadi pusat perhatian setelah petugas yang melakukan pengejaran atas sebuah mobil di tahun 2012 mengakhirinya dengan kematian dua orang warga dan polisi menembakkan tidak kurang dari 137 peluru ketika itu.

Saat ini Departemen Kehakiman Amerika Serikat masih melakukan pemeriksaan atas kasus tersebut dan mengkaji praktek penggunaan kekuatan dan senjata oleh polisi dalam penanganan kasus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putin Bantah Tuduhan Dirinya Ingin Memunculkan kembali Tirai Besi
Tulisan selanjutnya Dua Hari, Mesir Hancurkan 700 Rumah di Perbatasan Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?