Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bekas Menteri Gambia Divonis Penjara 20 Tahun Oleh Pengadilan Swiss

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Mei 2024 16:44 4:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Mei 2024 16:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengadilan di Swiss menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara atas seorang bekas menteri Gambia karena kejahatan kemanusiaan.

Ousmane Sonko melarikan diri ke Swiss pada 2016, tidak lama sebelum Presiden Yahya Jammeh dipaksa mundur setelah menolak mengakui kekalahan dalam pemilihan presiden. Semasa berkuasa pemerintah Jammeh dituduh melakukan banyak pelanggaran HAM.

Setelah sejumlah organisasi non-pemerintah menyodorkan bukti-bukti kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Jammeh terhadap lawan-lawan politiknya, Sonko ditangkap.

Pengacara Sonko mengatakan bahwa kliennya tidak terlibat dalam kejahatan yang dituduhkan.

Meskipun telah berusaha melakukan pembelaan, bekas menteri dalam negeri berusia 55 tahun itu hari Rabu (15/5/2024) dinyatakan terbukti bersalah dengan sengaja melakukan pembunuhan, penyiksaan dan pemenjaraan paksa.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Sonko dibebaskan dari dakwaan pemerkosaan oleh Pengadilan Kriminal Federal Swiss di kota Bellinzona, lansir BBC. Dia memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan itu.

Swiss mengadili kasus tersebut berdasarkan prinsip yuridiksi universal, yang memungkinkan suatu negara memproses hukum kejahatan yang terjadi di negara lain.

Sonko sejauh ini adalah pejabat pemerintah tertinggi yang pernah diadili berdasarkan prinsip tersebut di Eropa.

Philip Grant, direktur Trial International, organisasi yang mengajukan laporan ke pihak berwenang sehingga Sonko ditangkap, mengatakan kasus itu mengirimkan pesan “menentang impunitas”.

Pelaku kejahatan setingkat menteri sekarang terjangkau oleh hukum,” kata Grant.

Tim investigasi Swiss berangkat ke Gambia dan menanyai puluhan terduga korban saksi terkait kasus itu, yang persidangannya dimulai pada bulan Januari tahun ini.

Selama pemerintahan Jammeh, yang berkuasa dari 1996 sampai 2016, di Gambia terjadi banyak pelanggaran HAM termasuk penghilangan paksa dan pembunuhan di luar hukum, kata Human Rights Watch

Sonko yang dikenal sebagai tangan kanan Jammeh, menjabat sebagai menteri dalam negeri yang tugasnya antara lain mengepalai dinas-dinas keamanan, termasuk sebuah kelompok paramiliter yang dikenal dengan sebutan “the Junglers”.

Pada 2016, tidak lama sebelum Jammeh dipaksa turun dari jabatannya, Sonko melarikan diri ke Swiss dan meminta suaka di sana.

Pada Januari 2017 dia ditangkap oleh pihak berwenang Swiss.

Bersama Swiss, beberapa negara Eropa lain juga memperkarakan kasus pelanggaran HAM di Gambia selama pemerintahan Jammeh.

Pada Oktober 2023, pengadilan di Jerman menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup atas Bai Lowe, yang pernah menjadi anggota “the Junglers”.

Pada September tahun ini, pengadilan di negara bagian Colorado, Amerika Serikat, akan menggelar persidangan kasus seorang terdakwa bekas anggota “the Junglers”.

Meskipun pemerintah Gambia membuat sendiri proses peradilan transisional guna memproses perkara pelanggaran HAM semasa kepemimpinan Jammeh, organisasi-organisasi peduli HAM internasional menganggap kerja pemerintah Gambia itu terlalu lambat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gambiaswiss
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan: 1.000 Anggota Pejuang Hamas Dirawat di Turki
Tulisan selanjutnya Orang Dekat Ramzan Kadyrov Mengundurkan Diri dari Jabatan Ketua Parlemen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?