Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Warga Palestina dan Yahudi Peringati 76 Tahun Nakba

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Mei 2024 21:31 9:31 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Mei 2024 21:18
Bagikan
Ratusan mahasiswa Arab dan Yahudi unjuk rasa memperingati Hari Nakba di pintu masuk Universitas Tel Aviv (Kiri) | Penduduk asli Palestina berbaris membawa bendera menandai peringatan 76 tahun Nakba (kanan)
Bagikan

Hidayatullah.com—Berbalut keffiyeh dan mengibarkan bendera Palestina, ribuan warga Palestina di ‘Israel’ berbaris di dekat kota Haifa pada hari Selasa untuk memperingati Nakba, peristiwa penjarahan massal Palestina dalam perang tahun 1948.

Sekitar 3.000 orang berbaris di sepanjang rute dekat jalan raya utama – dalam apa yang disebut ‘pawai pulang’, yang diadakan setiap tahun selama 27 tahun terakhir.

Palestinians in the 1948-occupied territory march to the sites of the pre-1948 villages of Hawsha and Kasyer marking the 76th anniversary of the ongoing Palestinian Nakba, today. pic.twitter.com/vj8F10rnhz

— Quds News Network (@QudsNen) May 14, 2024

Tahun ini, demonstrasi pro-Palestina jarang terjadi di ‘Israel’ di tengah perang Gaza, setelah polisi memblokir beberapa upaya protes sebelumnya.

Sekitar 700.000 warga Palestina diusir atau meninggalkan rumah mereka selama perang tahun 1948.

Fidaa Shehadeh, Koordinator Koalisi Perempuan Melawan Senjata dan mantan Anggota Dewan Kota Lydd mengatakan keluarganya terpaksa mengungsi dari Majdal Masqalan, dengan beberapa orang lainnya melarikan diri ke kota Lydd yang sekarang menjadi bagian dari ‘Israel’ dan beberapa lainnya melarikan diri ke Gaza.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Dia menganggap dirinya pengungsi di tanahnya sendiri. 76 tahun setelah Nakba, kata dia, status pengungsinya tetap pengungsi.

Shehadeh mengatakan paman dan bibinya di Gaza, yang terakhir kali dia kunjungi pada tahun 2008 dengan persetujuan ‘Israel’, kini dimukimkan kembali karena mereka berulang kali berusaha melarikan diri dari serangan penjajha ‘Israel’.

Mereka tidak tahu apakah mereka bisa kembali ke rumah mereka atau tidak, katanya.

Menurutnya, dia melakukan perjalanan ke Tepi Barat yang diduduki ‘Israel’ hampir setiap minggu untuk mengisi saluran telepon seluler bagi kerabatnya di Gaza sehingga mereka dapat tetap berhubungan.

Orang Arab di ‘Israel’ berjumlah sekitar seperlima dari populasi negara tersebut.

Setiap tahunnya, para peserta pawai, di antaranya adalah keturunan warga Palestina yang menjadi pengungsi akibat perang tahun 1948, akan mengunjungi beberapa lokasi berbeda yang telah dihancurkan secara brutal oleh rezim Zionis.

Badil, sebuah organisasi berbasis di Bethlehem yang mengadvokasi hak-hak pengungsi, memperkirakan bahwa pada akhir tahun 2021, 65 persen dari 14 juta warga Palestina di dunia akan menjadi pengungsi paksa, termasuk pengungsi yang kini menjadi warga negara palsu bernama ‘Israel’.

Aksi di Tel Aviv

Sementara itu, hari Rabu, ratusan mahasiswa Arab dan Yahudi mengambil bagian dalam unjuk rasa memperingati Hari Nakba yang diadakan di pintu masuk Universitas Tel Aviv atas prakarsa cabang mahasiswa Hadash, Front Demokratik untuk Perdamaian dan Kesetaraan.

Earlier today, 200 Palestinian and Jewish students took part in a ceremony commemorating the Nakba in Tel Aviv university pic.twitter.com/IQxIZs1iqE

— Oren Ziv (@OrenZiv_) May 15, 2024

Di bawah pengawasan ketat polisi, para peserta menandai hari Nakba dengan spanduk dan upacara. Para demonstran—di antaranya adalah Sekretaris Jenderal Partai Komunis Israel Adel Amer, Anggota Knesset Ofer Cassif dan Aida Toma-Soliman, serta Sekretaris Hadash Amjad Strike—mengibarkan tanda bertuliskan slogan “Keluar dari Gaza dan Rafah,” “Tidak ada demokrasi dengan pendudukan”,  “Gencatan senjata sekarang juga,” dan “Hentikan genosida di Gaza.”

Adel Amer, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Israel, hadir pada peringatan tersebut di Tel Aviv.

“Saya berpartisipasi dalam acara untuk memperingati Hari Nakba tahunan di Universitas Tel Aviv, di bawah ancaman dari kelompok Kanan Mesianis, penganiayaan terhadap rezim dan bayangan perang di Gaza. Kami orang Yahudi dan Arab berdiri bersama, untuk mengakhiri pertumpahan darah, untuk mengakhiri perang dan pendudukan terkutuk, demi hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan untuk masa depan bersama berdasarkan keadilan dan perdamaian sejati,” kata MK Cassif di akhir unjuk rasa.

Sekitar 5,9 orang terdaftar di badan bantuan dan kerja PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA). *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:1948HeadlineisraelNakbaPengusiranwarga Palestinayahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Oops! Salah Tembak Lagi Tank Zionis Tewaskan 5 Tentara IDF di Jabalia
Tulisan selanjutnya Dukung Kampus Dunia, Unair akan Gelar Solidaritas Bela Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?