Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kaosnya Sembuhkan Penyakit Vatikan akan Tetapkan Milenial Berusia 15 Tahun Jadi Orang Kudus

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Mei 2024 20:30 8:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Mei 2024 20:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang remaja kelahiran London yang meninggal dunia akibat leukemia di usia 15 tahun akan menjadi orang kudus dari kalangan milenial pertama, setelah Vatikan menyatakan dia memiliki sedikitnya dua keajaiban sehingga layak dikanonisasi.

Acutis dilahirkan di London pada tahun 1991. Saat masih kecil dia pindah ke Milan bersama orang tuanya yang berkebangsaan Italia, Andrea Acutis dan Antonia Salzano.

Carlo Acutis merupakan remaja ahli komputer yang membantu menyebarkan ajaran Katolik Roma secara online sebelum kematiannya pada tahun 2006. Pada hari Kamis (23/5/2024), Paus Fransiskus memutuskan bahwa keajaiban kedua setelah kematiannya yang berkaitan dengan dirinya adalah sah dan dengan demikian dia layak untuk dikanonisasi atau ditetapkan sebagai orang kudus, lansir The Guardian.

Sebanyak 912 orang yang sudah dikanonisasi oleh Paus Fransiskus, yang paling akhir merupakan seorang penganut Katolik kelahiran 1926.

Dalam ajaran Katolik, orang dapat berdoa kepada orang yang telah wafat – yang mereka yakin berada di surga – meminta supaya mereka berbicara kepada Tuhan atas namanya alias sebagai perantara, misalnya meminta  agar sakit yang dideritanya disembuhkan.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Apabila orang yang berdoa ini kemudian terpenuhi hajatnya – misal sembuh dari penyakitnya – maka itu oleh Vatikan dianggap sebagai suatu keajaiban alias “keistimewaan” yang terdapat pada orang yang sudah wafat. Apabila ada dua keajaiban terjadi dan terbukti benar – setelah melewati pemeriksaan orisinalitas kisahnya – maka orang yang telah wafat itu dapat diajukan untuk ditetapkan sebagai orang kudus.

Acutis didaftarkan sebagai calon orang kudus setelah Paus Fransiskus memberikan stempel sah atas satu kisah keajaiban yang berkaitan dengannya.

Alkisah, seorang bocah lelaki berusia 7 tahun asal Brazil sembuh dari penyakit kelainan pankreas langka setelah kontak dengan sebuah kaos T-shirt milik Acutis. Seorang pendeta juga berdoa kepada Acutis atas nama bocah tersebut.

Sebuah unit di Gereja Katolik yang khusus menelusuri kisah-kisah ajaib dan mencari kebenarannya yang dinamakan Medical Council of the Congregation for Saints’ Causes, saat ini sedang menyelidiki klaim seorang wanita muda asal Kosta Rika yang konon sembuh secara ajaib setelah mengalami kecelakaan parah saat bersepeda di Florence, Italia, pada 2022.

Valeria Valverde, 21, menjalani bedan craniotomy untuk mengurangi tekanan pada otaknya dan orangtuanya diberitahu bahwa putri mereka itu kritis.

Ibunya enam hari kemudian berdoa untuk kesembuhan Valeria di makam Acutis di kota kecil Assisi di daerah Umbria, Italia.

Pihak gereja mengatakan bahwa pada hari yang sama, Valeria Valverde mulai dapat bernapas tanpa bantuan ventilator dan bisa menggerakkan anggota tubuh bagian atas dan bisa berbicara.

Sepuluh hari kemudian dia dikeluarkan dari ruangan ICU dan hasil pemeriksaan scan menunjukkan memar di otaknya telah hilang, konon begitu ceritanya.

Salzano sebelumnya mengatakan kepada koran Corriere della Sera bahwa sejak usia 3 tahun putranya akan minta berkunjung ke gereja-gereja yang mereka lalui di Milan dan mendonasikan uang sakunya kepada orang miskin di kota yang terkenal dengan mode dan fesyennya itu.

Salzano juga mengatakan bahwa putranya senang membantu teman yang orangtuanya bercerai, membela temannya yang difabel saat mengalami perundungan, memberikan makanan atau kantong tidur untuk tunawisma di Milan.

Saat masih duduk di sekolah dasar Acutis belajar sendiri bagaimana caranya coding dan kemudian membuat website untuk organisasi-organisasi Katolik, termasuk salah satu situs web yang mengumpulkan cerita-cerita ajaib umat Katolik dari seluruh dunia dan mendokumentasikannya.

Uskup Agung Assisi Domenico Sorrentino mengaku bersukacita dengan peluang kanonisasi Acutis dan akan ikut berdoa dan mengumandangkan puji-pujian kepadanya bersama para jemaat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kanonisasiorang kudusvatikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bagikan Tips Mencegah Dehidrasi, Kepala Klinik Haji Indonesia: Minum Oralit
Tulisan selanjutnya Longsor Besar di Papua Nugini Enam Desa Tertimbun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?