Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gelombang Panas Capai 52 Celcius, Warga Pakistan Tak Berani Keluar Rumah

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 29 Mei 2024 09:14 9:14 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 29 Mei 2024 10:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Gelombang panas naik hingga mencapai di atas 52 derajat Celcius (125,6 derajat Fahrenheit) di provinsi Sindh, Pakistan selatan. Ini merupakan angka tertinggi di musim panas dan mendekati rekor tertinggi di negara tersebut, lansir Reuters.

Sepanjang bulan lalu, suhu ekstrim di seluruh Asia semakin memburuk kemungkinan besar sebagai akibat dari perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, sebuah tim ilmuwan internasional mengatakan.

Di Mohenjo Daro, sebuah kota di Sindh yang terkenal dengan situs-situs arkeologi yang berasal dari Peradaban Lembah Indus yang dibangun pada tahun 2500 SM, suhu meningkat setinggi 52,2 C (126 F) selama 24 jam terakhir, kata seorang pejabat Departemen Meteorologi Pakistan, Shahid Abbas kepada Reuters.

Angka tersebut merupakan yang tertinggi selama musim panas sejauh ini, dan mendekati rekor tertinggi di kota dan negara ini, yaitu 53,5 C (128,3 F) dan 54 C (129,2 F).

Mohenjo Daro adalah kota kecil yang mengalami musim panas sangat terik dan musim dingin sejuk, serta curah hujan rendah. Seperti kebanyakan kota kecil lain, pasar di sini sangat terbatas dan biasanya ramai dikunjungi orang. Pasar kota Mohenjo Daro hanya memiliki toko roti, kedai teh, bengkel, bengkel elektronik, dan penjual buah dan sayuran.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Namun, dengan adanya gelombang panas saat ini, toko-toko tersebut hampir tidak dikunjungi orang.

“Para pelanggan tidak datang ke restoran karena cuaca yang sangat panas. Saya duduk menganggur di restoran dengan meja dan kursi ini dan tanpa pelanggan,” kata Wajid Ali, 32 tahun, pemilik kedai teh di kota tersebut.

“Saya mandi beberapa kali sehari yang membuat saya sedikit lega. Juga tidak ada listrik. Panasnya cuaca membuat kami sangat tidak nyaman.”

Di dekat toko Ali terdapat sebuah toko reparasi elektronik miliki oleh Abdul Khaliq, 30 tahun, yang sedang duduk bekerja dengan penutup jendela toko setengah tertutup untuk melindunginya dari sinar matahari. Khaliq juga mengeluhkan bahwa suhu panas mempengaruhi bisnisnya.

Dokter lokal Mushtaq Ahmed menambahkan bahwa penduduk setempat telah menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca ekstrem dan lebih memilih untuk tinggal di dalam rumah atau di dekat air.

“Pakistan adalah negara kelima yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kami telah menyaksikan hujan di atas normal, banjir,” Rubina Khursheed Alam, koordinator perdana menteri untuk iklim, mengatakan pada konferensi pers pada hari Jumat dan menambahkan bahwa pemerintah sedang menjalankan kampanye kewaspadaan karena gelombang panas.

Suhu tertinggi yang tercatat di Pakistan terjadi pada tahun 2017 ketika suhu naik menjadi 54 C (129,2 F) di kota Turbat, yang terletak di provinsi Barat Daya Balochistan. Ini adalah suhu terpanas kedua di Asia dan keempat tertinggi di dunia, kata Sardar Sarfaraz, Kepala Meteorologi di Departemen Meteorologi Pakistan

Gelombang panas akan mereda di Mohenjo Daro dan daerah sekitarnya, namun gelombang panas lainnya diperkirakan akan melanda daerah-daerah lain di Sindh, termasuk ibukota, Karachi – kota terbesar di Pakistan*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cuaca ekstrimgelombang panasPakistanSuhu Panas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aksi Berani Politisi Prancis Kibarkan Bendera Palestina saat Sidang Parlemen
Tulisan selanjutnya Methamphetamine yang Disita Aparat Asia Timur dan Tenggara Pada 2023 Mencatat Rekor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?