Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Methamphetamine yang Disita Aparat Asia Timur dan Tenggara Pada 2023 Mencatat Rekor

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Mei 2024 10:42 10:42 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Mei 2024 10:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perserikatan Bangsa-Bangsa, hari Selasa (28/5/2024), mengatakan jumlah amphetamine yang disita oleh aparat di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara pada 2023 mencatat rekor terbaru.

UN Office on Drugs and Crime (UNODC) mengatakan 190 ton amphetamine disita oleh piahk berwenang tahun lalu di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Setelah menurun sedikit di tahun 2022, penyitaan methamphetamine kembali naik pada 2023 hingga mencatat rekor baru, kata UNDOC dalam laporan tahunannya tentang narkoba sintetis di kawasan itu.

Pengiriman methamphetamine dalam jumlah di atas satu ton disita ketika dikirim lewat darat atau lewat laut sepanjang tahun 2023 sampai awal 2024, kata lembaga di bawah PBB itu.

Thailand merupakan negara transit utama rute penyelundupan narkoba dari daerah “Golden Triangle” (Segitiga Emas), di mana wilayah utara Thailand bertemu dengan wilayah Laos dan Myanmar.

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Perdagangan narkoba merebak di Asia Tenggara sejak puluhan tahun silam, dengan negara bagian Shan di Myanmar menjadi sumber utama produksi narkoba sintetis di kawasan itu.

Kebanyakan obat terlarang tersebut dibuat di laboratorium ilegal di daerah yang dikuasai kelompok bersenjata etnis minoritas dekat perbatasan Thailand.

UNODC juga mengatakan geng-geng narkoba mengubah resepnya untuk menaikkan hasil produksi.

“Kelompok-kelompok kriminal terorganisir menurunkan biaya produksi dan melipatgandakan hasil produksi mereka dengan bahan-bahan kimia yang tidak diregulasi ketat,” kata Masood Karimipour, perwakilan UNDOC untuk wilayah Asia Tengga dan Pasifik, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Hurriyet Daily News.

Hasil produksi yang lebih besar memungkinkan pengiriman dalam jumlah banyak yang akhirnya menekan turun harganya, kata Karimipour.

Harga methamphetamine dan ketamine belakangan terus menurun, kata UNDOC.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:methamphetamine
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gelombang Panas Capai 52 Celcius, Warga Pakistan Tak Berani Keluar Rumah
Tulisan selanjutnya Thaksin Shinawatra Dijerat Dakwaan Menghina Kerajaan Thailand

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?