Hidayatullah.com– Korea Utara melepaskan 90 balon yang membawa selebaran propaganda dan kotoran sampah ke dua provinsi Korea Selatan di perbatasan, mendorong pihak berwenang memperingatkan warganya supaya tetap tinggal di rumah.
Militer Korea Selatan hari Rabu (29/5/2024) juga memperingatkan masyarakat supaya tidak menyentuh balon berwarna putih dan kantong plastik yang terikat pada benda terbang itu, karena isinya adalah kotoran dan sampah.
Balon-balon yang ditemukan di Provinsi Gyeonggi dan Provinsi Gangwon tersebut saat ini sedang diperiksa oleh pihak berwenang.
Sejak Perang Korea di era 1950-an, Korea Utara dan Korea Selatan saling mengerahkan balon dalam kampanye propaganda mereka.
Insiden terbaru ini terjadi beberapa hari setelah Korea Utara mengatakan pihaknya akan melakukan aksi balasan terhadap “selebaran dan sampah lain” di daerah perbatasan yang dikirim oleh para aktivis di Selatan.
Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan kantong-kantong yang terikat tali dan bergantung pada balon-balon berisi tisu toilet, tanah berwarna gelap (hitam), baterai dan lainnya.
Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa sebagian dari balon yang jatuh sepertinya membawa kotoran (tahi) dilihat dari warnanya yang gelap dan baunya.
Awal bulan ini, sekelompok aktivis Korea Selatan mengaku melepaskan 20 balon melintasi perbatasan dengan Utara yang membawa selebaran anti-Pyongyang dan stik USB berisi musik pop Korea dan musik video.
Parlemen Seoul pada Desember 2020 mengesahkan peraturan perundangan yang mempidanakan peluncuran selebaran anti-Pyongyang, tetapi para pengkritik melihat larangan itu sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berbicara dan HAM.*