Hidayatullah.com– Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun Rusia tidak akan menayangkan acara berkaitan dengan kompetisi olahraga sejagat Olimpiade disebabkan hampir tidak ada atletnya yang ikut bertanding, lapor situs berita sports.ru mengutip sejumlah sumber yang tidak diungkapkan.
Beberapa atlet Rusia dan Belarusia hanya diperbolehkan untuk bertanding dalam Olimpiade Paris 2024 sebagai kompetitor netral tanpa mengusung bendera dan lagu kebangsaan. Tidak hanya itu, atlet yang bertanding bukanlah mereka yang secara aktif mendukung invasi Rusia ke Ukraina atau memiliki keterkaitan apapun dengan militer negara mereka.
International Olympic Committee (IOC) dalam situs webnya menunjukkan hanya 16 atlet Rusia dan 17 atlet Belarusia yang mendapatkan undangan untuk berkompetisi secara netral dalam Olimpiade Paris. Bandingkan angka itu dengan 330 atlet Rusia dan 104 atlet Belarusia yang ikut berkompetisi pada Olimpiade Tokyo 2020.
Pejabat Rusia belum ada yang secara resmi mengkonfirmasi kabar tersebut, lapor Moscow Times Senin (15/7/2024).
Apabila kabar tersebut benar, maka ini untuk pertama kalinya televisi Rusia tidak akan menyiarkan Olimpiade sejak Uni Soviet memboikot Olimpiade Los Angeles 1984 sebagai aksi balasan atas boikot yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Olimpiade Moskow 1980 sebagai protes terhadap invasi Soviet ke Afghanistan.
Match TV, milik perusahaan migas plat merah Gazprom, sempat mempertimbangkan untuk menyiarkan beberapa acara, namun rencana tersebut “gagal” setelah para pegulat Rusia menolak undangan IOC, kata sports.ru.
Jutaan rubel yang harus dibayar untuk menyiarkan 15 atlet bertanding dalam cabang olahraga yang tidak populer (kecuali tenis) bisa dianggap sebagai penghamburan uang yang tidak dapat dibenarkan, imbuh situs berita olahraga tersebut.
Telesport Group — perusahaan patungan antara National Media Group (NMG) yang dipimpin oleh bekas atlet senam Alina Kabaeva dan anak perusahaan bank plat merah Sberbank — memegang hak siar Olimpiade 2024.
Pimpinan Telesport Group Pyotr Makarenko saat ini sedang menghadapi kasus penipuan di pengadilan Rusia dan mendekam di dalam tahanan.
Media sosial VKontakte, semacam Facebook yang populer di kalangan pengguna berbahasa Rusia, dikabarkan akan memuat konten pertandingan Olimpiade Paris 2024, tetapi tidak ada rencana untuk membeli hak siarnya.*