Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Yahudi Rampas Mata-Mata Air Palestina

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Maret 2012 10:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemukim Yahudi telah menguasai puluhan mata air di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel, sehingga menghalangi atau membatasi orang Palestina dari sumber air yang langka, tulis Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam laporannya, Senin (19/03/2012).

Dilansir Maan, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan telah mensurvei 530 mata air di Tepi Barat dan menemukan bahwa 30 di antaranya, yang kebanyakan terletak di bawah kontrol militer Zionis, telah diambil alih oleh pemukim Yahudi.

Di samping itu, orang Palestina sekarang ini juga mulai kehilangan 26 mata air lainnya, di mana para pemukim Yahudi telah memasuki daerah sekitar dan mengancam akan mengambil sumber-sumber air itu.

Menurut laporan PBB itu, 474 mata air lain yang disurvei masih belum dijarah oleh pemuki Yahudi.

“Mata air tetap menjadi satu-satunya sumber air terbesar untuk irigasi dan sumber air yang sangat penting bagi ternak,” tulis laporan itu, seraya menambahkan bahwa sebagian mata air yang juga dipergunakan untuk konsumsi rumah tangga tidak dilengkapi dengan saluran pipa.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Kehilangan sumber mata air yang dekat dengan lahan pertanian mengurangi pendapatan petani yang terdampak, yang terancam berhenti menanam atau menghadapi penurunan hasil produksi tanaman mereka,” lanjut laporan itu.

Ditambahkan pula, puluhan mata air yang dirampas oleh pemukim Yahudi diubah menjadi tempat-tempat wisata atau kolam renang.

“Para pemukim Yahudi telah membangun 40 sumber mata air sebagai tempat wisata, memasang meja-meja dan kursi-kursi piknik dan memberinya nama-nama Hebrew … Tempat itu menghasilkan lapangan pekerjaan dan pendapatan bagi pemukim dan merupakan cara promosi atau mengiklankan bahwa pemukiman-pemukiman Yahudi adalah tempat yang menyenangkan,” kata peneliti OCHA Yehezkel Lein.

Seorang pemimpin pemukiman David Haivri berkata bahwa orang-orang Yahudi menggunakan mata-mata air itu “untuk tujuan rekreasi dan untuk orang-orang yang tinggal di sini, lebih dari sekedar untuk tujuan pariwisata.”

Pada tahun 2009, sebuah mata air bernama Ain Al Qaws yang terletak di dekat desa Nabi Saleh diambil alih oleh pemukim Yahudi dari Halamish, sehingga memaksa warga desa Palestina itu mencari sumber air di tempat lain, tulis laporan PBB itu dan menurut keterangan penduduk setempat.

“Mata air itu dulu dipakai untuk mengairi ratusan pohon zaitun dan tanaman buah-buahan dan anak-anak desa biasa berenang di sana. Sekarang, jika kami pergi ke mata air itu, maka pemukim Yahudi dan tentara akan datang dan menendang kami keluar,” kata seorang penduduk desa bernama Nariman Tamimi.

Seorang jurubicara Adminstrasi Sipil –lembaga yang dikelola militer Zionis untuk menangani urusan yang berkaitan dengan Palestina– di Tepi Barat mengatakan, mata air Ain Al Qaws terbuka bebas bagi semua orang, kecuali hari Jumat di mana sering terjadi aksi protes atas pengambilalihan mata air itu dan tentara Zionis menjauhkan orang dari tempat tersebut.

Dia mengatakan, Israel telah menggerebek salah satu bangunan ilegal di dekat mata air itu dan sedang mengambil langkah hukum terhadap pembangunan lain di sekitarnya.*

Keterangan foto: Mata air Wadi Al Baidan di dekat kota Nablus, Tepi Barat.[Maan]

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokoh Masyarakat Ajak Perangi Maksiat di Dharmasraya
Tulisan selanjutnya Kuasailah Harta, Jangan Dikuasai!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?