Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Diberi Barang Mewah Bekas Staf Gedung Putih Diduga Jadi Mata-mata Korea Selatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juli 2024 16:10 4:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juli 2024 16:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang spesialis kebijakan luar negeri yang pernah bekerja untuk dinas intelijen Amerika Serikat CIA dan dewan keamanan nasional Gedung Putih (NSC) dijerat dakwaan setelah dicurigai menjadi agen tak terdaftar pemerintah Korea Selatan dengan imbalan barang-barang mewah dan berbagai hadiah lain.

Sue Mi Terry dituduh memberikan informasi perintah AS kepada agen dinas intelijen Korea Selatan, memfasilitasi akses bagi pejabat pemerintahan Korsel untuk dapat melakukan kontak dengan sejawat mereka di AS, menurut dakwaan yang diungkapkan ke publik hari Selasa (16/7/2024) di pengadilan federal Manhattan, lapor Reuters.

Sebagai imbalan dinas intelijen Korsel memberikan Terry tas mahal keluaran Bottega Veneta dan Louis Vuitton, mantel Dolce & Gabbana, makan malam di sejumlah restoran papan atas, dan dana lebih dari $37.000 untuk program kajian tentang kebijakan publik Korsel yang dijalankannya.

Terry diduga mulai bekerja untuk dinas intelijen Korsel sejak 2013, dua tahun setelah dia mengakhir satu dekade kariernya di pemerintahan AS.

Terry sekarang menjadi senior fellow di Council on Foreign Relations, menurut situs web wadah pemikir tersebut, dan dia merupakan seorang pakar tentang Asia Timur dan Semenanjung Korea, termasuk Korea Utara.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Pengacaranya Lee Wolosky mengatakan bahwa tuduhan terhadap kliennya itu tidak berdasar.

“Faktanya, dia adalah seorang pengkritik keras terhadap pemerintah Korea Selatan di saat dakwaan ini menuduhnya bertindak atas nama pemerintah Korsel. Jika faktanya sudah terungkap jelas, maka akan terbukti bahwa pemerintah membuat kesalahan signifikan,” imbuhnya.

Menyusul kasus itu, Council on Foreign Relations menempatkan Terry dalam status cuti dan wadah pemikir tersebut akan bersikap kooperatif dengan pihak berwenang, kata seorang jubirnya.

Dilahirkan di Seoul dan dibesarkan di Virginia, Terry bekerja sebagai analis senior CIA dari tahun 2001 sampai 2008, dan direktur Urusan Korea, Jepang, dan Kelautan di NSC dari tahun 2008 sampai 2009 di bawah pemerintahan presiden George W Bush (Republik) dan Barack Obama (Demokrat).

Menurut biografi online Terry, dia sering menjadi tamu di acara TV, radio, dan podcast, dan telah memberikan kesaksian beberapa kali di hadapan panel Kongres AS. Dia sekarang bertempat tinggal di New York.

Dalam kasus ini Korea Selatan tidak menjadi terdakwa. Kedutaan besarnya di Washington tidak langsung menanggapi permintaan komentar, lapor Reuters.

Di dalam dakwaan disebutkan bahwa Terry tidak melapor dan mendaftarkan dirinya sebagai orang yang bekerja untuk kepentingan asing, yang artinya dia melanggar Foreign Agents Registration Act, dan dia dituduh berkonspirasi untuk melanggar UU itu.

Dakwaan juga menyebutkan bahwa dalam interview sukarela dengan FBI tahun 2023, dia mengaku sebagai seorang “sumber” untuk dinas intelijen Korsel yang berarti dia “memberikan informasi berharga” kepada pihak asing.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatKorea Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rival Satu Partai Kompak Dukung Capres AS Donald Trump
Tulisan selanjutnya Israel, Zionisme dan Kader NU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?