Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Paus Fransiskus Datang Skandal Seks Gejera Katolik Timor-Leste Diangkat Lagi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 September 2024 14:18 2:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 September 2024 14:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus hari Senin (9/9/2024) mendarat di Timor-Leste usai mengunjungi Papua Nugini dalam rangkaian kunjungan 12 hari ke kawasan Asia-Pasifik, sementara kasus-kasus skandal seks di lingkungan gereja kembali diangkat ke permukaan supaya mendapatkan perhatian Vatikan.

Antusiasme terhadap kunjungan Paus sangat besar, tetapi pemimpin tertinggi Katolik Roma itu didesak oleh para aktivis untuk menangani skandal pelecehan yang mencoreng Gereja di Timor-Leste, yang sebelumnya dikenal sebagai Timor Timur.

Seorang juru bicara Vatikan mengatakan gereja telah mengetahui kasus seksual berkaitan rohaniwan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Uskup Carlos Ximenes Belo pada tahun 2019 dan telah menerapkan tindakan disiplin pada tahun 2020, termasuk dengan memberlakukan pembatasan pergerakan Belo dan larangan kontak dengan anak di bawah umur, lasir BBC.

Dalam sebuah surat terbuka, Survivors Network of those Abused by Priests in Oceania mengatakan “masih belum ada ganti rugi bagi para korban” dan kelompok tersebut meminta Paus Fransiskus untuk menggunakan uang Gereja untuk membayar kompensasi kepada mereka yang merupakan korban kebejatan rohaniwan Katolik.

Menurut jadwal resminya, Paus tidak akan bertemu dengan para korban, tetapi tidak jelas apakah ia akan meminta maaf atas skandal tersebut atau bahkan apakah Uskup Belo akan muncul bersamanya di ibu kota Dili.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Sekitar 700.000 orang – lebih dari setengah keseluruhan populasi Timor-Leste – diperkirakan akan menghadiri misa di tempat terbuka yang akan digelar Paus Fransiskus pada hari Selasa 10 September.

Pihak berwenang juga telah menghancurkan rumah-rumah dan mengusir puluhan orang di area di mana misa akan digelar, tindakan yang telah menuai kritik keras dari penduduk setempat.

“Mereka bahkan menghancurkan barang-barang kami yang ada di dalam rumah. Sekarang kami harus menyewa rumah di dekat sini karena anak-anak saya masih bersekolah di daerah ini,” kata Zerita Correia kepada BBC News.

Rumah-rumah tersebut terletak di Tasitolu, daerah lahan basah di luar ibu kota. Selama satu dekade terakhir, ratusan orang pindah ke sana dari berbagai daerah pedesaan di penjuru Timor-Leste.

Banyak dari mereka mencari pekerjaan di ibu kota dan membangun rumah sederhana di daerah tersebut. Pemerintah mengatakan mereka menempati tanah kosong dan tidak punya hak untuk tinggal di tanah tersebut.

Berbicara kepada BBC, seorang menteri di pemerintahan mengatakan bahwa penduduk telah diberitahu tentang rencana untuk membersihkan area tersebut pada bulan September 2023.

Para kritikus di Timor-Leste juga mempertanyakan keputusan untuk menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk acara selama kunjungan Paus Fransiskus ke Timor-Leste – termasuk US$1 juta untuk memasang sebuah altar baru.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir separuh penduduk Timor Leste saat ini hidup di bawah garis kemiskinan nasional.

Ini adalah kunjungan pertama seorang pemimpin tertinggi Katolik Roma ke Timor-Leste sejak Paus Yohanes Paulus II berkunjung pada tahun 1989, ketika negara itu masih di bergabung dengan Indonesia.

Ketika Indonesia menginvasi bekas koloni Portugis itu pada tahun 1975, hanya sekitar 20% penduduk Timor Timur beragama Katolik. Angka itu sekarang mencapai 97%.

Paus Fransiskus memulai lawatannya ke Asia-Pasifik dengan mengunjungi Indonesia kemudian Papua Nugini. Lawatannya tersebut akan diakhiri di Singapura akhir pekan ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:katolikpaus FransiskusTimor-Leste
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Anwar Bilang BRICS Penting untuk Melepaskan Ketergantungan terhadap Dolar
Tulisan selanjutnya youtube lgbt PBNU Minta Masyarakat Hentikan ‘Adu Domba’ Polemik Nasab Ba’alawy

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?