Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

China Naikkan Batas Usia Pensiun di Tengah Populasi Menurun

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 17 September 2024 14:21 2:21 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 17 September 2024 17:00
Bagikan
Orang Tua, China Naikkan Batas Usia Pensiun
Bagikan

Hidayatullah.com – China akan “secara bertahap menaikkan” usia pensiun di tengah populasi yang menua dan menipisnya anggaran pensiun.

Keputusan menaikan batas usia pensiun ini merupakan yang pertama kalinya diambil sejak tahun 1950an.

Badan legislatif tertinggi China pada Jumat menyetujui proposal untuk menaikkan usia pensiun wajib dari 50 menjadi 55 tahun untuk wanita dalam pekerjaan kerah biru atau pekerjaan kasar, dan dari 55 menjadi 58 tahun untuk wanita dalam pekerjaan kerah putih atau pekerjaan administratif.

Sementara pria akan mengalami peningkatan dari 60 menjadi 63 tahun.

Usia pensiun di China saat ini merupakan salah satu yang terendah di dunia.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Menurut rencana yang disahkan pada hari Jumat, perubahan ini akan mulai berlaku mulai 1 Januari 2025, dengan usia pensiun masing-masing dinaikkan setiap beberapa bulan selama 15 tahun ke depan, kata media pemerintah China.

Menurut kantor berita Xinhua pada Jumat (13/09/2024), pensiun sebelum usia yang ditentukan tidak akan diizinkan, meskipun orang-orang dapat menunda pensiun mereka tidak lebih dari tiga tahun.

Mulai tahun 2030, para pekerja juga harus membayar lebih banyak kontribusi pada sistem jaminan sosial untuk menerima uang pensiun. Pada tahun 2039, mereka harus membayar iuran selama 20 tahun untuk mendapatkan uang pensiun.

Akademi Ilmu Sosial Tiongkok yang dikelola pemerintah mengatakan pada tahun 2019 bahwa dana pensiun utama negara akan habis pada tahun 2035 – dan itu adalah perkiraan sebelum pandemi Covid-19, yang menghantam ekonomi Tiongkok dengan keras.

Rencana untuk menaikkan usia pensiun dan menyesuaikan kebijakan pensiun didasarkan pada “penilaian komprehensif terhadap harapan hidup rata-rata, kondisi kesehatan, struktur populasi, tingkat pendidikan, dan pasokan tenaga kerja di China,” lapor Xinhua.

Namun pengumuman ini telah mengundang beberapa skeptisisme dan ketidakpuasan di internet Tiongkok.

“Dalam 10 tahun ke depan, akan ada undang-undang lain yang akan menunda masa pensiun hingga kita berusia 80 tahun,” tulis seorang warganet di Weibo.

Selama dua tahun berturut-turut pada 2023, populasi China terus menurun sejalan dengan rendahnya tingkat kelahiran. Sementara, angka harapan hidup rata-rata telah meningkat menjadi 78,2 tahun, kata para pejabat awal tahun ini.

Perekonomian yang melambat, penyusutan tunjangan pemerintah dan kebijakan satu anak yang sudah berlangsung selama beberapa dekade telah menciptakan krisis demografi di China.

Dana pensiun di China semakin menipis dan negara ini kehabisan waktu untuk mengumpulkan cukup dana untuk merawat para lansia yang jumlahnya terus bertambah.

Dalam satu dekade ke depan, sekitar 300 juta orang, yang saat ini berusia 50 hingga 60 tahun, akan meninggalkan dunia kerja di Tiongkok. Ini adalah kelompok usia terbesar di negara ini, hampir setara dengan jumlah penduduk Amerika Serikat.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaKrisis PopulasipensiunTiongkok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bukti Rasional Adanya Allah
Tulisan selanjutnya Ledakan Pager Hizbullah di Lebanon Ribuan Pager Hizbullah Meledak Serentak, 2.800 Orang Terluka dan 9 Orang Tewas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?