Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Coca-Cola Jerman Tutup Lima Pabrik dan Pangkas 500 Pekerja

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2024 00:49 12:49 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 3 Oktober 2024 06:00
Bagikan
Coca Cola Jerman Pangkas 500 Pekerja
Bagikan

Hidayatullah.com – Perusahaan minuman raksasa Coca-Cola akan memangkas sekitar 500 pekerjaan di Jerman dalam satu tahun ke depan dengan menutup lima pabrik logistik dan produksi.

Daftar isi
  • Korbankan karyawan demi profit
  • Boikot Coca-Cola
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Coca-Cola Europacific Partners (CCEP), yang mengoperasikan kegiatan pembotolan, distribusi, dan penjualan Coca-Cola di Jerman, mengatakan bahwa pabrik-pabrik yang dimaksud adalah pabrik Neumünster, Bielefeld, Berlin-Hohenschönhausen, Memmingen, dan Köln.

Saat ini, CCEP memiliki 14 fasilitas produksi di Jerman, dan 27 lokasi secara keseluruhan, dengan jumlah karyawan sekitar 6.500 orang.

CCEP berdalih keputusan ini diambil sebagai upaya untuk lebih hemat dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat dan juga beradaptasi dengan perubahan logistik di sektor minuman.

Perusahaan ini juga mencoba untuk menggunakan logistik dan kapasitas produksi di Jerman secara lebih efisien, dan mengklaim saat ini mereka memiliki terlalu banyak pabrik di Jerman Barat.

Baca Juga

perang skala penuh
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

Selain penutupan pabrik, sekitar 505 pekerjaan diperkirakan akan diberhentikan, dengan sekitar 207 pekerjaan direlokasi ke fasilitas lain, sementara 78 pekerjaan baru diperkirakan akan ditambahkan.

“Kami menyadari bahwa perubahan yang direncanakan sangat menyakitkan bagi karyawan yang terkena dampaknya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kami untuk mengimplementasikan semua perubahan yang dimaksudkan dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial dan transparan,” ujar Tilmann Rothhammer, juru bicara Coca-Cola kepada Spiegel pada Rabu (02/10/2024).

Fasilitas logistik dan produksi di Cologne, yang saat ini memiliki sekitar 600 karyawan, akan berhenti berproduksi pada tanggal 31 Maret tahun depan. Salah satu alasan utama penutupan ini adalah karena pabrik ini merupakan pabrik terkecil di Jerman Barat, dengan prospek pertumbuhan atau ekspansi yang kecil.

Korbankan karyawan demi profit

Serikat Pekerja Makanan, Minuman dan Katering Jerman (NGG) mengecam penutupan tersebut. NGG menyatakan bahwa Coca-Cola Jerman “semakin tidak bergantung” pada penciptaan nilai regional dan malah mengalihdayakan pekerjaan ke penyedia layanan eksternal.

“Coca-Cola menghasilkan sejumlah besar uang di seluruh dunia, tetapi 500 pekerjaan dihancurkan di Jerman sebagai akibat dari penutupan situs yang baru. Hal ini memberikan kesan bahwa ini bukan masalah kebutuhan ekonomi, tetapi keserakahan murni untuk mendapatkan keuntungan dengan mengorbankan karyawan,” kata wakil ketua NGG, Freddy Adjan, dalam sebuah pernyataan.

“Dengan setiap penutupan selanjutnya, Coca-Cola semakin menjauh dari janjinya sebagai merek global yang diproduksi dan dikirim secara regional. Hal ini menjadi semakin tidak masuk akal dengan setiap penutupan pabrik.”

Baca juga: Parlemen Turki Boikot Coca-Cola dan Nestle karena Dukung Agresi ‘Israel’

Boikot Coca-Cola

Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) menetapkan Coca Cola sebagai salah satu produk yang menjadi target boikot.

BDS adalah gerakan kebebasan, keadilan dan kesetaraan dipimpin Palestina. BDS menyerukan untuk melakukan aksi boikot terhadap perusahaan internasional dan “Israel” yang terlibat dalam pelanggaran hak-hak Palestina.

Mengutip Republika, Coca Cola diketahui memiliki pabrik di kawasan Atarot, wilayah Palestina yang diduduki “Israel”.

Sejak “Israel” melancarkan operasi pembantaiannya di Gaza Palestina pada 7 Oktober, para aktivis hak asasi manusia telah memulai kampanye untuk memboikot merek-merek internasional yang dianggap mendukung pendudukan Israel. Di antara merek-merek yang menjadi target boikot adalah Coca-Cola, McDonald’s, Pizza Hut, Papa John’s, Starbucks, Pepsi, dan masih banyak lagi.

Sejumlah merek tersebut secara tidak langsung berkontribusi pada pendudukan “Israel” melalui operasi bisnis atau afiliasi mereka. Dengan memboikot perusahaan-perusahaan tersebut, para aktivis bertujuan untuk memberikan tekanan dan meningkatkan kesadaran tentang penderitaan warga Palestina di Gaza.*

Baca juga: Saingi Coca-Cola, Muslim Swedia Produksi ‘Palestine Cola’

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BDSboikotboikot produk IsraelCoca-ColaHeadlineJermanPHK
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tentara Israel Tewas di tangan Hizbullah Pasukan ‘Israel’ Disergap Hizbullah, 8 Tentara Tewas
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Larang Sekjen PBB Masuk Wilayahnya, Nyatakan Persona Non Grata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

perang skala penuh
Berita

Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

Berita
26 Juni 2026 15:27
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Kabar Mualaf Giancarlo Esposito: Aktor “Breaking Bad” Dilaporkan Memeluk Islam di Saudi
‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

25 Juni 2026 12:11
Berita

Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

25 Juni 2026 11:39
Berita

Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS

24 Juni 2026 16:20
Berita

Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa

23 Juni 2026 22:31
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?