Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Moskow Pamerkan Karya Seni Aisha Qaddafi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Oktober 2024 17:45 5:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Oktober 2024 17:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah museum negara Rusia menyelenggarakan pameran karya seni Aisha Qaddafi yang didedikasikan untuk mengenang ayahnya.Aisha Qaddafi, 47 tahun, adalah anak kelima dan satu-satunya putri biologis dari pemimpin Libya Muammar Qaddafi, yang memerintah negara tersebut dari tahun 1969 sampai akhirnya ditangkap dan dibunuh pada tahun 2011 oleh kelompok pemberontak yang didukung NATO semasa “Arab Spring”.

Pada hari Jumat (18/10/2024), State Museum of Oriental Art di Moskow membuka pameran selama enam pekan yang menampilkan puluhan karya seni Aisha Qaddafi, termasuk sebuah lukisan yang menggambarkan kerumunan yang mengerubungi mayat ayahnya dan saudara laki-lakinya, yang terbunuh bersamanya. Lukisan itu menunjukkan kerumunan massa menggunakan telepon pintar untuk mengambil gambar mayat-mayat.

“Hari ini, saya memamerkan karya-karya ini untuk pertama kalinya untuk menghormati ayah dan abang saya pada hari peringatan kematian mereka,” katanya sebelum pembukaan, seperti dilansir Reuters.

“Saya dapat katakan bahwa gambar-gambar ini dilukis bukan dengan tangan saya, melainkan dengan hati saya.”Aisha Qaddafi melarikan diri dari Libya selama pemberontakan pada tahun 2011.

Keluarga mengatakan suami dan dua anaknya tewas dalam serangan udara NATO dan pemboman kompleks kediaman Qaddafi di Tripoli. Dia melahirkan anak keempatnya di Aljazair dan menetap di Oman.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Igor Spivak, pimpinan Russian Mideast Society, yang menyelenggarakan pameran tersebut dengan dukungan dari Kementerian Luar Negeri Rusia dan lembaga-lembaga lain, mengatakan pihaknya mengusulkan pameran itu kepada Aisha, dan dia langsung menyetujuinya

“Dia tahu bahwa orang-orang di Rusia mencintainya, mencintai ayahnya, dan ingin melihat karyanya dipamerkan di Rusia,” kata Spivak.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Listrik Padam di Seluruh Wilayah Kuba
Tulisan selanjutnya Turki Bilang Israel Memberikan Iran Alasan untuk Menyerang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?