Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dianugerahi Gelar Profesor Diraja oleh Yang Mulia Sultan Ibrahim

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2024 09:05 9:05 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Oktober 2024 09:05
Bagikan
Yang Mulia Sultan Ibrahim menganugerahkan gelar Profesor Diraja (Royal Professor) pada pemikir Muslim terkemuka Prof Dr Syed Muhammad Naquib Al-Attas/Foto: IG officialsultanibrahim)
Bagikan

Hidayatullah.com— Yang Mulia Sultan Ibrahim hari Rabu (23/10/2024) menganugerahkan pangkat dan gelar Profesor Diraja (Royal Professor)  pada seorang pemikir terkemuka Prof Dr Syed Muhammad Naquib Al-Attas dalam sebuah upacara di Istana Negara Malaysia.

Syed Muhammad Naquib al-Attas (93), menerima penghargaan bergengsi atas kontribusinya pada negara Malaysia, terutama dalam pendidikan Islam.

“Pelantikan Profesor Diraja kepada Tan Sri Prof Dr Syed Muhammad Naquib Al-Attas adalah atas perkenan Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong dan Majlis Raja-Raja,” tulis Yang Mulia Sultan Ibrahim dalam akun resminya di Instangram.

Royal Professor Tan Sri Dr Syed Muhammad Naquib Al-Attas adalah pendiri Institute of Islamic Thought and Civilisation (Institut Pemikiran dan Peradaban Islam/ISTAC) yang juga merupakan pemikir peradaban Islam kontemporer yang sangat dihormati dan disegani di dalam dan luar negeri, tambah Sultan Ibrahim.

“Beliau merupakan seorang tokoh penting yang memaparkan konseptualisasi universitas Islam pada Konferensi Pendidikan Muslim Dunia yang Pertama di Universitas King Abdul Aziz, Mekkah tahun 1977 yang berujung pada berdirinya beberapa universitas Islam di seluruh dunia, termasuk di Malaysia,” tambah dia.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Sementara itu, Syed Muhammad Naquib Al-Attas menyampaikan rasa terima kasih dan cintanya kepada Sultan Ibrahim atas berkah yang telah diberikan.

Turut hadir PM Anwar Ibrahim,  YB Dato’ Seri Dr Zambry Abd Kadir (Menteri Pendidikan Tinggi), Dato’ Seri Dr Zaini Ujang (Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi) dan Datuk Profesor Dr Azlinda Azman (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi).

Yang Mulia Sultan Ibrahim menganugerahkan gelar Profesor Diraja (Royal Professor) pada pemikir Muslim terkemuka Prof Dr Syed Muhammad Naquib Al-Attas/Foto: IG officialsultanibrahim)

Syed Muhammad al Naquib bin Ali al-Attas lahir dikenal sebagai seorang pemikir Muslim, salah satu dari sedikit cendekiawan kontemporer yang berakar kuat dalam ilmu-ilmu Islam tradisional dan mempelajari teologi, filsafat, metafisika, sejarah, dan sastra.

Ia juga menulis berbagai buku di bidang pemikiran dan peradaban Islam, khususnya tentang sufisme, kosmologi, filsafat, dan literatur Malaysia.

Melalui ISTAC, Al-Attas bersama sejumlah rekan ilmuwan melakukan kajian dan penelitian mengenai Pemikiran dan Peradaban Islam, serta memberikan respon kritis terhadap Peradaban Barat.

Tahun 2024, Syed Muhammad Naquib Al-Attas dimasukkan sebagai bagian dari “500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia” oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Yordania.

Ia juga menyandang gelar Honorable Loyalty to the Crown dari pemerintah Malaysia.

Profesor Diraja (Royal Professor) adalah profesor tertinggi dan paling terhormat di Malaysia, yang diberikan oleh Raja, dan hanya profesor terkemuka yang memberikan kontribusi berharga kepada masyarakat dan negara yang memenuhi syarat untuk memegang gelar ini.

Orang pertama dan satu-satunya yang dianugerahi gelar sebelumnya adalah almarhum Profesor Diraja Ungku Abdul Aziz Abdul Hamid pada tahun 1978.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMalaysiaNaquib Al-Attaspemikiran Islampendidikan islamProfesor DirajaRoyal ProfessorSyed Muhammad Naquib al-Attas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kejagung Tangkap 3 Hakim dan Pengacara Terkait Dugaan Suap Kasus Vonis Bebas Gregorius Ronald Tannur
Tulisan selanjutnya Tongkat Sinwar Tongkat Sinwar, Istilah Baru untuk Perlawanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?