Hidayatullah.com – Qatar, yang terlibat dalam negosiasi untuk mengembalikan sandera ‘Israel’ yang ditahan di Gaza, disebut sebagai “negara musuh” oleh entitas Zionis.
Label itu disematkan menteri keuangan ‘Israel’ Bezalel Smotrich yang menyatakan penyesalan mendalamnya untuk mengirim Kepala Mossad David Barnea ke Qatar untuk berpartisipasi dalam negosiasi atas arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Jumat.
“Qatar adalah negara musuh yang mendukung Hamas dan mendukung posisinya dalam negosiasi dan tujuannya adalah untuk mencegah kita menghancurkannya,” kata Smotrich di X, lansir MEMO pada Sabtu (26/10/2024).
Menurut Smotrich, melibatkan Qatar dalam negosiasi pertukaran tahanan dengan kelompok pejuang Palestina merupakan “kesalahan serius”.
“Qatar memiliki Al-Jazeera dan sangat merusak citra Israel di dunia dan upaya perang eksistensi kami,” imbuhnya.
Smotrich menyarankan bahwa satu-satunya cara untuk membawa kembali para sandera adalah: “Dengan menyerahnya Hamas melalui kelanjutan tekanan militer seperti yang saat ini dilakukan oleh para pejuang heroik kita di utara Jalur Gaza.”
Qatar, dari waktu ke waktu, terus menjadi target serangan politisi sayap kanan ‘Israel’ yang dipimpin ekstremis seperti Netanyahu dan Smotrich. Mereka meminta Barat untuk menekan Qatar agar membebaskan para sandera pada bulan Januari lalu.
Pemerintah Qatar belum mengomentari pernyataan Smotrich, namun Doha sebelumnya telah mengecam pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh kelompok sayap kanan yang dipimpin oleh Netanyahu.
Pernyataan menteri keuangan ‘Israel’ tersebut muncul sehari setelah pengumuman mengenai keberangkatan Barnea ke Qatar pada hari Ahad mendatang untuk membahas kemungkinan melanjutkan negosiasi mengenai tawanan di Gaza.
Qatar memainkan peran penting dalam upaya mediasi untuk menghentikan perang genosida ‘Israel’ ke Jalur Gaza dan meluncurkan negosiasi tawanan. Pada November 2023, negosiasi ini mencapai kesepakatan besar di mana ratusan tawanan dipertukarkan dari kedua belah pihak.*




