Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Muslim Eropa Tak Mampu Beli dan Sewa Rumah Akibat Diskriminasi

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2024 14:57 2:57 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 27 Oktober 2024 15:00
Bagikan
Muslim Eropa Tak Mampu Beli dan Sewa Rumah akibat diskriminasi
Bagikan

Hidayatullah.com – Satu dari tiga Muslim di Uni Eropa terungkap tidak mampu membeli bahkan menyewa rumah akibat diskriminasi dan rasisme.

Daftar isi
  • ‘Lonjakan kasus diskriminasi terhadap Muslim’
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Temuan ini dilaporkan Fundamental Rights Agency (FRA), sebuah badan HAM ternama Uni Eropa, lansir Middle East Eye pada Kamis (24/10/2024).

FRA menemukan “kenaikan yang mengkhawatirkan” dari rasisme dan diskriminasi terhadap Muslim di benua tersebut yang sebagian disebabkan oleh “ujaran anti-Muslim yang merendahkan martabat”.

Dalam temuannya FRA, yang dihasilkan dari survei terhadap 9.600 Muslim di 13 negara Uni Eropa, mengungkap bahwa umat Islam relatif kurang beruntung dan menghadapi diskriminasi di tingkat tertinggi.

Hampir setengah atau 47 persen dari Muslim Eropa mengalami diskriminasi rasial, naik dari 39 persen pada tahun 2016.

Baca Juga

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Angka tertinggi terjadi di Austria, di mana 71 persen Muslim melaporkan bahwa mereka telah menghadapi diskriminasi rasial. Di Jerman, angkanya hanya sedikit lebih rendah, yaitu 68 persen.

Diskriminasi ini sering kali mengakibatkan kesulitan materi bagi sejumlah besar Muslim Eropa.

Survei ini menemukan bahwa sepertiga Muslim tidak dapat membeli atau bahkan menyewa rumah karena diskriminasi, naik dari seperlima Muslim pada tahun 2016.

Dan hampir setengah dari Muslim yang pernah dicegat oleh polisi pada tahun sebelum survei meyakini bahwa mereka diperiksa karena berdasarkan ras mereka.

Sementara itu, sepertiga Muslim mengatakan bahwa rumah tangga mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup, dibandingkan dengan seperlima rumah tangga pada umumnya.

‘Lonjakan kasus diskriminasi terhadap Muslim’

Namun, meskipun temuan ini baru saja dirilis, survei ini dilakukan sebelum perlawanan besar Palestina terhadap ‘Israel’ pada tanggal 7 Oktober dan perang genosida ‘Israel’ di Gaza. Selama setahun terakhir, kata FRA, telah terjadi peningkatan insiden anti-Muslim.

Direktur FRA, Sirpa Rautio, mengatakan: “Kami menyaksikan lonjakan rasisme dan diskriminasi yang mengkhawatirkan terhadap Muslim di Eropa.

“Hal ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah dan diperparah oleh retorika anti-Muslim yang tidak berperikemanusiaan yang kita lihat di seluruh benua.”

Survei ini dilakukan terhadap Muslim di 13 negara Uni Eropa: Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Spanyol dan Swedia.

FRA meminta Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk “menegakkan hukum anti-diskriminasi dengan benar serta sanksi yang lebih keras untuk diskriminasi dan kejahatan kebencian”, serta “menghapus praktik dan budaya kelembagaan diskriminatif yang mengarah pada pembuatan profil polisi yang melanggar hukum”.

Hal ini terjadi setelah beberapa kelompok masyarakat sipil Muslim di Eropa memperingatkan tahun lalu bahwa mereka menghadapi iklim Islamofobia yang “didukung oleh negara”.

Di Austria, partai sayap kanan Kebebasan memperoleh suara terbanyak dibandingkan partai mana pun dalam pemilihan umum bulan September, sementara di Jerman, partai anti-imigrasi Alternative für Deutschland mengalami lonjakan dukungan dalam beberapa bulan terakhir.

Pada tahun 2022, Prancis, Uni Eropa dan India menolak pembentukan hari internasional yang diakui PBB untuk melawan Islamofobia, yang diusulkan oleh Pakistan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diskriminasiHeadlineislam di eropaislamofobiaMuslimrasismeUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gereja Katolik Diseru Berikan Peran Kepemimpinan kepada Wanita
Tulisan selanjutnya Emir Qatar Bantu Mediasi dengan Hamas, Qatar Malah Disebut ‘Negara Musuh’ oleh Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?