Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Di Eropa Banyak yang Berharap Kamala Harris Menang Pilpres Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 November 2024 17:19 5:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 November 2024 17:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Banyak orang di kawasan Eropa Barat yang berharap Kamala Harris akan memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat pada 5 November, tetapi tidak banyak yang meyakini wanita itu akan menang, sementara banyak yang memperkirakan bahwa akan terjadi kerusuhan apabila Donald Trump kalah.

Survei Eurotrack yang dilakukan YouGov mengumpulkan pendapat dari para pemilih di Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Swedia dan Denmark. Hasil survei menunjukkan Harris diharapkan menang di setiap negara yang disurvei, dengan mayoritas besar kecuali di Italia, lansir The Guardian Jumat (1/11/2024).

Di Denmark, pemilih yang berharap Harris akan menempati kursi kepresidenan di Gedung Putih mencapai 81%, di Jerman 71%, di Spanyol 65%, di Prancis 62%, di Inggris 61% dan di Italia 46%.

Para pendukung Harris itu kebanyakan – secara tidak mengejutkan – merupakan pemilih partai-partai yang cenderung berideologi kiri atau tengah di masing-masing negara mereka, mencapai 80-90 persen di antara pendukung partai-partai seperti Partai Sosial Demokrat dan Partai Hijau di Jerman, Sumar di Spanyol, partainya Emmanuel Macron di Prancis, Partai Sosial Demokrat di Swedia, dan Partai Liberal Demokrat di Inggris.

Namun, ada pula mereka yang lebih memilih Harris daripada Trump merupakan pendukung partai beraliran kanan-tengah, seperti Venstre di Swedia (89%), Partai Kristen Demokrat (CDU/CSU) di Jerman (78%), partai Rakyat di Spanyol (66%) dan partai Konservatif di Inggris (58%).Bahkan di antara warga Eropa Barat yang baru-baru ini memilih partai sayap kanan, nasionalis dan populis, sejumlah besar responden di ketujuh negara tersebut mengatakan bahwa mereka lebih suka Harris yang terpilih sebagai presiden.

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Trump adalah kandidat favorit bagi pemilih sayap kanan di Spanyol, Inggris, Jerman dan Italia, dengan 54% pemilih Vox (melawan 23% yang lebih menyukai Harris), 51% (27%) pemilih Reformasi Inggris, 50% (36%) pemilih AfD di Jerman dan 44% (32%) pemilih Fratelli d’Italia.

Namun di antara para pemilih Demokrat Swedia yang berhaluan kanan ekstrem, 49% mengatakan mereka lebih memilih Harris di Gedung Putih dibandingkan 31% yang lebih memilih Trump. Sementara 46% yang memilih Marine Le Pen di putaran kedua pemilihan presiden Prancis tahun 2022 mengatakan mereka lebih suka Harris menang, dibandingkan 31% yang lebih menyukai Trump.

Namun, ketika ditanya apakah yakin kandidat favorit mereka akan menang, persentasenya menurun, menjadi 43% di Italia, 46% di Swedia dan Inggris, 47% di Prancis dan 52% di Spanyol serta 61% di Jerman.

Saat ditanya apakah Presiden Joe Biden sudah menunjukkan kinerja yang sangat baik, baik, biasa (rata-rata), buruk atau sangat buruk, kebanyakan responden mengatakan “biasa” dengan persentase 39% di Inggris, 46% di Spanyol, dan 47% di Jerman.

Kebanyakan responden memperkirakan Harris akan menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan Biden.Sementara reponden kebanyakan menduga apabila Trump terpilih sebagai presiden AS dia akan menunjukkan performa buruk atau sangat buruk.

Apabila Trump kalah dalam pemilihan presiden, warga Eropa Barat memperkirakan akan terjadi kerusuhan. Sebanyak 73% responden di Denmark meyakini akan ada “kemungkinan besar” atau “pasti” terjadi kekerasan jika Harris menang, sementara 62% hingga 67% responden di negara lain memiliki penilaian serupa.

Di Italia hanya 47% responden yang menganggap kekerasan kemungkinan terjadi apabila Harris menang.Jajak pendapat YouGov tersebut dilakukan selama 10 hari pada pertengahan Oktober.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDonald TrumpKamala Harris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Roket Hizbullah Delapan Orang Tewas dalam Serangan Roket Hizbullah di ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Polisi di Sinaloa Meksiko Melarang Warga Pakai Topeng Kostum Halloween

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?