Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

7.000 Yahudi Haredi Mulai Wajib Militer pada Pekan Ini

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 18 November 2024 08:48 8:48 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 18 November 2024 10:00
Bagikan
Yahudi Haredi Wajib Militer
Bagikan

Hidayatullah.com – Tidak kurang dari 7.000 Yahudi ultra Ortodoks atau biasa disebut Haredi akan mengikuti wajib militer secara bertahap di tengah kekurangan pasukan yang dialami entitas zionis ‘Israel’.

Kementerian Pertahanan ‘Israel’, dalam pernyataannya, mengatakan perintah wajib militer akan dikeluarkan secara bertahap, dimulai pada Ahad, menyusul evaluasi militer.

Menteri Pertahanan Israel Katz berencana melobi pihak-pihak terkait untuk mencari kompromi yang akan membantu mengintegrasikan Yahudi ultra Ortodoks Haredi ke dalam militer dengan tetap menghormati praktik-praktik keagamaan mereka, tambah pernyataan tersebut.

Katz menekankan bahwa militer akan melakukan segala upaya untuk memastikan lingkungan, yang memungkinkan orang Yahudi yang religius untuk memenuhi tugas militer mereka sambil mempertahankan gaya hidup religius mereka.

Namun, belum diketahui bagaimana rincian tentang proses tersebut.

Baca Juga

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Pada Juni, Mahkamah Agung ‘Israel’, memutuskan untuk mengikutsertakan Yahudi Haredi dalam wajib militer nasional bersama dengan pemukim ‘Israel’ lain.

Terlepas dari keputusan ini, komunitas ultra Ortodoks secara historis menentang wajib militer, dengan menyatakan bahwa tugas mereka adalah mempelajari Taurat untuk menjaga identitas Yahudi ‘Israel’.

Populasi Yahudi Haredi di ‘Israel’ mencapai sekitar 13% dari total populasi negara tersebut yang berjumlah 9,9 juta jiwa.

Secara historis, mereka telah dibebaskan dari wajib militer, yang wajib diikuti oleh semua warga ‘Israel’ yang berusia di atas 18 tahun. Pengecualian ini telah memicu perdebatan selama beberapa dekade, dengan para kritik yang berpendapat bahwa hal ini merusak prinsip kesetaraan dalam pelayanan nasional.

Ketegangan regional telah meningkat karena serangan ‘Israel’ yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, yang telah merenggut nyawa lebih dari 43.700 orang, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak, sejak Oktober tahun lalu.

Konflik ini juga telah meluas ke Lebanon, dengan ‘Israel’ melakukan serangan mematikan di seluruh negeri, menandai eskalasi setelah satu tahun bentrokan lintas batas antara ‘Israel’ dan Hizbullah sejak perang Gaza dimulai.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israeltentara Israelwajib militerYahudi HarediYahudi Ultra Ortodoks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesawat Presiden Israel Isaac Herzog Turki Larang Pesawat Presiden ‘Israel’ Masuk Wilayah Udaranya
Tulisan selanjutnya Jerman Larang Pengunjung Pasar Natal Bawa Senjata Tajam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?