Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Para Pakar Berharap Aceh Meraih Kejayaannya Kembali

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2020 08:54 8:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2020 08:54
Bagikan
[Ilustrasi] Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh.
Bagikan

Hidayatullah.com- Para pakar menyampaikan harapannya kepada Aceh agar bisa bangkit untuk mengembalikan kejayaannya, dengan belajar dari berbagai kejadian masa lalu.

Menurut para pakar, kesuksesan Aceh pada masa lalu tidak terlepas dari sejarah dan budaya, serta kearifan lokal yang harus dilestarikan.

Spirit itu menjadi salah satu poin dari seminar seminar keacehan bertema “Kearifan masa lalu kejayaan masa depan” di Gedung FKIP, Unsyiah, Banda Aceh, penghujung pekan kemarin. Pada seminar ini, di antara yang disinggung adalah kejayaan Aceh pada masa lalu.

“Aceh pernah menjadi salah satu kesultanan Islam yang paling sukses di Nusantara, baik di bidang politik, ekonomi dan intelektual,” ujar peneliti sejarah Aceh, Mawardi Umar MA kutip INI-Net semalam (16/02/2020).

Ia menjelaskan, pada abad ke-17, Aceh menjadi kekuatan politik dan ekonomi terkuat di bagian barat Nusantara yang mampu membendung perkembangan kolonial Portugis.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah
Selain itu, kata Mawardi, kejayaan masa lalu itu tidak terlepas dari kecerdasan rakyat Aceh yang kala itu memanfaatkan keuntungan posisi geografis sebagai pintu masuk melalui Selat Malaka –saat itu sangat penting peranannya sebagai jalur pelayaran internasional.

Aceh saat itu, katanya, tak hanya sebagai pusat pemerintah yang kuat, tapi juga menjadi pusat perdagangan dan peradaban.

Hingga kemudian, keungulan yang dimiliki Aceh itu perlahan mengalami kemunduran. Hal ini diawali masuknya kolonial Belanda sampai terjadi pelawanan puluhan tahun.

“Hampir seluruh infrastruktur ekonomi hancur dan sosial budaya mengalami kemunduran,” imbuhnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa kemiskinan yang terjadi di Aceh saat ini sangat ironi, sebab Serambi Makkah ini punya hasil kekayaan alam melimpah dan tanah yang subur.

Sementara menurut Alfi Rahman selaku Peneliti Tsunami Mitigation Reserch Center (TDMRC) Unsyiah, runtuhnya kejayaan Aceh disebabkan pula oleh faktor bencana alam seperti gempa dan tsunami.

Berdasarkan hasil penelitian di Gua Ek Leuntie, Kabupaten Aceh Besar, peneliti menemukan tsunami pada tahun 2004 bukan yang pertama kalinya terjadi di Aceh. Tapi tsunami pernah terjadi pada ratusan tahun yang lampau.

Alfi mencontohkan, di Kepulauan Simeulue, pengetahuan masyarakat setempat menyebut tsunami dengan istilah Smong. “Kisah Smong salah satu budaya lokal masyarakat Simeulue yang disebut nafi-nafi atau cerita tutur tentang kisah masa lalu yang masih dilestarikan,” sebutnya.

Sedangkan Dosen Sejarah Unsyiah, Qismullah Yusuf, mengatakan, Aceh pada masa lampau juga telah melakukan hubungan diplomasi dengan negara-negara di Eropa seperti Inggris, Turki, dan Belanda.

Ia mengungkapkan, pada Abad 16-17, Kesulatanan Aceh mengirim 4 orang utusannya ke Belanda yang dipimpin Tuanku Abdul Hamid untuk mengakui kedaulatan Belanda setelah bebas dari Spanyol.

“Akhirnya, pada 10 Agustus 1602, Tuanku Abdul Hamidi meninggal di Amsterdam,” imbuhnya.

Untuk mengembalikan kejayaan Aceh pada masa mendatang, kekayaan alam Aceh seperti pala, cengkeh, kopi gayo dan nilam dinilai merupakan salah satu komoditi yang berpeluang untuk dimanfaatkan. Sebagaimana kejayaan yang diperoleh pada masa Kesultanan Aceh.

“Nilam salah satu komoditi unggul yang dapat diolah sebagai minyak wangi, yang bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi untuk di ekspor,” ujar Kepala Pusat Atsiri Research Center (ARC) Unsyiah, Syaifullah Muhammad pada (15/02/2020) itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Acehnusantarasejarah Acehtsunami Aceh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KUII VII Akan Dihadiri 700 Peserta, Dibuka Presiden, Ditutup Wapres
Tulisan selanjutnya Fastabiqul Khairat, Ladang Dakwah di Jakarta Begitu Luas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?